MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai petir serta angin kencang. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Ketua Tim Meteorologi Early Warning System BMKG, Martha Rosefina, mengatakan potensi pertumbuhan awan hujan di Sumut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer dan kondisi laut.
Di antaranya belokan angin di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, konvergensi angin dari pantai barat hingga pantai timur Sumut, suhu muka laut yang hangat, serta kondisi atmosfer yang labil.
Baca juga:
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Faktor tersebut dapat mendorong pertumbuhan awan konvektif, terutama pada siang hingga malam hari.
Cuaca di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan umumnya didominasi oleh kondisi hujan sedang hingga sangat lebat,
kata Martha di Medan, Senin, dikutip dari Antara.
Puluhan Wilayah Sumut Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BMKG memprakirakan potensi hujan terjadi di sejumlah daerah, termasuk Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, dan Humbang Hasundutan.
Potensi cuaca serupa juga mencakup Simalungun, Pematang Siantar, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat.
Hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat berlangsung secara lokal dengan durasi singkat, terutama pada siang hingga malam hari.
Baca juga:
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi saat beraktivitas, khususnya ketika terjadi hujan deras dan angin kencang.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan peringatan cuaca resmi dari BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi yang berasal dari sumber tidak resmi.