ALKOHOL yang ada pada wine, gin, brandy atau bir dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin bensin atau diesel.
Alkohol ethanol sudah dikenal dapat menjadi pengganti bahan bakar untuk kendaraan. Namun sifatnya yang korosif membuat ethanol tidak menjadi pilihan. Kemudian kekuatan yang diberikan tidak sebanding dengan bahan bakar fosil. Apalagi kendaraan yang memakai ethanol harus dimodifikasi.
Inovasi yang dibuat oleh University of Bristol, seperti yang dilansir The Sun, mengembangkan teknik yang membuat ethanol menjadi butanol dan dapat memberikan power pada mesin. Bahkan dapat langsung dipakai pada kendaraan yang ada tanpa modifikasi.
Setelah melakukan uji coba dengan berbagai jenis alkohol ternyata bir yang paling cocok menjadi pengganti bahan bakar minyak yang ada saat ini. Butuh lima kaleng bir untuk mencapai jarak 1,6 km. Untuk mengisi tangki kapasitas 50 liter diperlukan 2500 kaleng bir.
Profesor Duncan Wass dari Brsitol menyebutkan bir memang yang paling cocok untuk dijadikan butanol. Namun Wass mengatakan yang diproduksi memang bukan seperti bir yang dikenal pada umumnya. Membutuhkan gandum dalam jumlah banyak untuk menghasilkan bir yang dapat dipakai untuk kendaraan. Itu lebih baik dijadikan bahan pangan.
Untuk itu Brsitol mengembangkan bahan bakar anyar ini dengan tetap memakai ethanol yang diproduksi menyerupai bir. Biaya memproduksi butanol sama dengan produksi bensin. (psr)