MerahPutih.com - Pemerintah telah memutuskan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun non subsidi. Kebijakan tersebut berlaku mulai Sabtu (3/8), pukul 14.30 WIB.
BBM jenis Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, kemudian solar dari Rp 5.150 per liter naik jadi Rp 6.800 per liter. Lalu Pertamax semula Rp 12.500 per liter naik jadi Rp 14.500 per liter.
Baca Juga:
Erick Perintahkan Pertamina Siaga Atasi Dampak Kenaikan BBM
Warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Hadi (30 Tahun) mengaku, keberatan dengan putusan pemerintah dengan menaikkan BBM yang dinilainya tidak wajar.
Di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, kata ia, kenaikan bahan bakar minyak lebih dari dua ribu rupiah. Padahal pada presiden sebelum Jokowi, kenaikan paling tinggi Rp 600 per liter.
Menurutnya, kenaikan ini membuat dirinya menjerit karena menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari untuk bekerja padahal penyesuaian gaji yang ditetapkan pemerintah sangat kecil.
"Naiknya engga nanggung-nanggung di atas dua ribu," ujar Hadi kepada MerahPutih.com, Minggu (4/9).
Yang membuat dirinya aneh, kenapa pemerintah juga menaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax.
Ia berpandangan, masyarakat bisa beralih menggunakan BBM produk lain selain pertamina dengan harga yang lebih murah, seperti BBM VIVO. Untuk BBM jenis Revvo 89 harganya menjadi Rp 8.900 per liter dari sebelumnya Rp 9.290 per liter.
Kemudian Revvo 92 menjadi Rp 15.400 per liter dari sebelumnya Rp 17.250 per liter. Revvo 95 menjadi Rp 16.100 dari sebelumnya Rp 18.250.
"Mending gue isi VIVO di Bintaro tuh. Pertalite naik dia turun. Lumayan deket kalau dari sini (Petukangan, Jaksel). Tapi engga ada di daerah Ciledug," ucapnya.
Hadi yang bekerja sebagai sopir pribadi ini menyakini, jika harga bahan pokok akan melonjak seiring dengan kebijakan pemerintah menaikan harga BBM. Fenomena ini pasti terjadi saat pemerintah naikkan harga bensin.
"Pasti ini mah, harga harga bahan pokok pasti naik. Coba aja kita liat beberapa hari lagi," ungkapnya. (Asp)
Baca Juga:
Jokowi Ingatkan Masyarakat Gunakan BLT BBM dengan Bijak