Merahputih.com - Barcelona vs Newcastle United menjadi sorotan utama pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions setelah hasil imbang dramatis di Tyneside pekan lalu.
Tim asuhan Hansi Flick membawa modal penting berkat gol penalti Lamine Yamal di menit akhir yang memaksa skor berakhir sama kuat 1-1.
Sejarah mencatat bahwa raksasa Catalan memiliki rekor impresif saat bermain di kandang setelah meraih hasil imbang di laga tandang, di mana dalam 10 kesempatan terakhir, Blaugrana selalu berhasil melaju ke babak berikutnya.
Dominasi Kandang dan Ketajaman Raphinha
Stadion Camp Nou kembali menjadi benteng angker bagi tim tamu dalam kompetisi Eropa. Barcelona tercatat selalu mencetak gol dalam 16 laga kandang terakhir dengan total koleksi 50 gol.
Sosok Raphinha muncul sebagai ancaman nyata bagi pertahanan Newcastle United setelah sang pemain asal Brasil tersebut mencetak hat-trick ke gawang Sevilla baru-baru ini.
"Kami harus tampil lebih klinis dan mendominasi sejak awal. Hasil di leg pertama memberi kami posisi yang baik, tetapi perbaikan performa adalah harga mati," ujar pelatih Barcelona, Hansi Flick, dalam sesi konferensi pers menjelang laga.
Baca juga:
Ancaman Balasan dari Pasukan Eddie Howe
Meskipun tidak diunggulkan secara sejarah, Newcastle United datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk The Magpies tersebut belum terkalahkan dalam enam laga terakhir di kompetisi Eropa.
Harvey Barnes, yang mencetak gol di leg pertama, tetap menjadi tumpuan utama serangan setelah mencatatkan kontribusi 9 gol di Liga Champions musim ini.
Baca juga:
Namun, Newcastle harus waspada terhadap badai cedera dan masalah kesehatan pemain. Meski Anthony Gordon dan Sandro Tonali diperkirakan kembali merumput, nama-nama kunci seperti Bruno Guimaraes dan Fabian Schar dipastikan absen.
Di sisi lain, Barcelona juga kehilangan Jules Kounde dan Frenkie de Jong, yang memaksa Flick untuk meracik strategi alternatif guna meredam agresivitas Lewis Hall di sisi sayap.
Dominasi Sejarah Barcelona Atas Newcastle
Sejarah mencatat Barcelona selalu tampil perkasa di depan pendukung sendiri. Blaugrana sukses menumbangkan Newcastle dengan skor 1-0 pada November 1997 dan kembali menang meyakinkan 3-1 pada Desember 2002.
Di sisi lain, Newcastle United memiliki catatan kelam saat bertandang ke Spanyol, dengan menelan lima kekalahan dari enam kunjungan terakhir mereka di semua kompetisi.
Satu-satunya kemenangan tandang Newcastle di Spanyol terjadi saat membungkam Mallorca 3-0 pada ajang UEFA Cup musim 2003-2004. Namun, pertemuan melawan Barcelona selalu menjadi tantangan berat.
Dari enam pertemuan di Eropa, Newcastle hanya mencicipi satu kali kemenangan, sementara Barcelona mendominasi empat laga sisanya sebelum hasil imbang di leg pertama lalu.
Prediksi Peluang Lolos Perempat Final
Analis statistik menempatkan tuan rumah sebagai unggulan utama untuk melaju ke fase berikutnya. Superkomputer Opta memberikan Barcelona peluang kemenangan sebesar 56,8% untuk mengakhiri perlawanan Newcastle di waktu normal.

Peluang kemenangan Newcastle United tercatat hanya menyentuh angka 21,9%, sementara probabilitas hasil imbang yang akan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan berada di angka 21,3%.
Secara keseluruhan, simulasi menunjukkan Barcelona memiliki kans 67,1% untuk mengamankan tiket ke babak perempat final Liga Champions musim ini.
Prakiraan Pemain
Barcelona: Joan García, João Cancelo, Pau Cubarsí, Ronald Araujo, Gerard Martín, Pedri, Marc Bernal, Fermin López, Lamine Yamal, Raphinha, Robert Lewandowski.
Pelatih: Hansi Flick
Newcastle: Aaron Ramsdale, Kieran Trippier, Malick Thiaw, Dan Burn, Lewis Hall, Joelinton, Joe Willock, Jacob Ramsey, Anthony Elanga, Harvey Barnes, Will Osula.
Pelatih: Eddie Howe