Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan

Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 16 menit lalu

MerahPutih.com - Pemerintah mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, melalui perbaikan alur sungai, pemulihan akses air bersih, dan pembangunan tanggul darurat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus memulihkan akses masyarakat di kawasan terdampak.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah merampungkan pembangunan tanggul darurat sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter di kawasan Perumahan Lumin Park, sepanjang aliran Sungai Batang Air Dingin yang berhadapan dengan permukiman warga.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, Selasa (13/10), pemerintah terus mempercepat penanganan dampak bencana dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas warga.

Pemerintah bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas,

Menteri PU RI, Dody Hanggodo.

Banjir Bandang Rendam 120 Rumah dan Rusak Infrastruktur

Banjir bandang di Kota Padang berdampak pada sekitar 120 rumah yang tergenang. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada jaringan irigasi, bendung, dan tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter.

Selain itu, dua bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mengalami kerusakan. Pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer dilaporkan terputus, sementara satu masjid turut terdampak.

Kerusakan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat yang dilakukan pemerintah, terutama untuk memperbaiki kondisi sungai dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kementerian PU melalui BWS Sumatera V Padang menjalankan sejumlah langkah tanggap darurat, meliputi perbaikan alur sungai, pembersihan sedimen pada bangunan intake, serta penyediaan air bersih menggunakan lima unit mobil tangki air.

Baca juga:

Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari

Tanggul Darurat 200 Meter Rampung Dibangun

Salah satu langkah penanganan yang telah diselesaikan adalah pembangunan tanggul darurat di kawasan Perumahan Lumin Park, tepatnya di sepanjang Sungai Batang Air Dingin.

Tanggul sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter itu dibangun untuk memperkuat perlindungan permukiman sekaligus mengurangi risiko luapan sungai ketika hujan berintensitas tinggi.

Pengerjaan tanggul didukung pengerahan tiga unit excavator yang mulai bekerja secara bertahap sejak Minggu (11/10).

Penyelesaian tanggul tersebut menjadi langkah awal untuk mengendalikan risiko di kawasan terdampak. Penanganan darurat ini selanjutnya akan diikuti upaya rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sungai agar perlindungan terhadap kawasan rawan banjir dapat diperkuat dalam jangka panjang.

Rehabilitasi Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji Disiapkan

Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji.

Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi sungai sekaligus meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan terdampak.

Lingkup pekerjaan yang direncanakan mencakup normalisasi dan pembukaan alur sungai, peninggian atau pembangunan tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan aliran air dan material sedimen.

Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan berlangsung secara bertahap mulai 15 Oktober 2026. Kementerian PU juga menyiapkan tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo untuk mengevaluasi kondisi lapangan serta memberikan masukan teknis dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Baca juga:

Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu

Pengerukan Muara dan Pembangunan Check Dam Masuk Rencana

Di kawasan muara, pekerjaan pengerukan direncanakan mulai 13 Oktober 2026 dengan estimasi pelaksanaan sekitar dua bulan.

Sementara itu, tim pengukuran telah menuju lapangan untuk mempersiapkan pekerjaan permanen, termasuk pembangunan check dam yang direncanakan berlangsung selama enam bulan. Pekerjaan tersebut akan berjalan bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai. (Asp)

Baca Artikel Asli