Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Avhath Rilis Album Penuh Perdana, Rangkum Perjalanan Musik Sejak 2012

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026

MerahPutih.com - Band metal/hardcore asal Jakarta Selatan, Avhath, resmi merilis album penuh perdana bertajuk Avhath pada 9 Oktober 2026. Setelah lebih dulu memperkenalkan single amassed pada September 2026, album ini menjadi rilisan ke-17 bagi kuintet yang telah menjalani perjalanan musik sejak 2012 tersebut.

Album ini merangkum perkembangan musikal Avhath selama lebih dari satu dekade. Alih-alih berangkat dari konsep besar yang dirancang sejak awal, band ini membiarkan arah kreatifnya tumbuh secara alami melalui proses penulisan musik, lirik, hingga pengerjaan artwork.

Proses Kreatif yang Tumbuh Secara Alami

Dalam catatan produksinya, Reynir menjelaskan bahwa keinginan untuk membuat album penuh tidak muncul dari sebuah rencana yang disusun secara kaku ataupun kewajiban yang harus dipenuhi. Dorongan tersebut berkembang secara kolektif seiring waktu, hingga akhirnya menjadi langkah yang terasa sulit dihindari.

Pendekatan serupa diterapkan dalam menentukan identitas album. Sejak awal pengerjaan, Avhath tidak menetapkan satu konsep besar sebagai acuan utama. Mereka memilih mengikuti intuisi dan membiarkan karakter album terbentuk seiring berjalannya proses kreatif.

Cara kerja ini mencakup berbagai aspek produksi, mulai dari penulisan musik dan lirik hingga penggarapan artwork yang melengkapi rilisan.

Baca juga:

Patras Siap Jalani Tur Perdana di Jepang, Bakal Bawa Album Debut 'Cha-Cha Boo!'

Reynir Mengambil Peran sebagai Produser Utama

Dalam penggarapan album Avhath, Reynir mengemban tanggung jawab baru sebagai produser utama. Pengalaman bekerja bersama sejumlah produser dan engineer dalam rilisan-rilisan sebelumnya menjadi bekal bagi band untuk menentukan pendekatan produksi kali ini.

Dari pengalaman tersebut, Avhath semakin memahami pentingnya menempatkan keputusan teknis sesuai kebutuhan musik. Proses produksi, dalam pandangan mereka, semestinya mendukung arah kreatif, bukan menjadi batas yang menghambat eksplorasi.

Sembilan Lagu dengan Gagasan Kehadiran Parasitik

Album Avhath terdiri dari sembilan lagu dan dibuka dengan Genesis., sebuah komposisi instrumental yang mengantarkan pendengar memasuki atmosfer album.

Delapan lagu berikutnya mengeksplorasi berbagai fragmen dan sudut pandang tentang kehadiran parasitik. Gagasan tersebut tidak hanya dapat dimaknai secara harfiah, tetapi juga membuka ruang interpretasi metaforis, bergantung pada pengalaman dan perspektif masing-masing pendengar.

Ekrig, yang menulis seluruh lirik dalam album ini, tidak menyusun materi-materinya menjadi satu narasi yang saling terhubung secara eksplisit. Sebaliknya, setiap fragmen dibiarkan mempertahankan ambiguitasnya.

Ingatan, persepsi, tubuh, keyakinan, dan kenyataan menjadi unsur-unsur yang saling berkelindan sepanjang album. Perpaduan itu menghadirkan pengalaman yang mengaburkan batas antara peristiwa yang benar-benar terjadi, sesuatu yang hanya dirasakan, dan hal-hal yang mungkin sebatas imajinasi.

Baca juga:

The Brandals Kembali dengan Album 'Oposisi', dari Musik Elektronik hingga Cerita Pekerja Urban

Merangkum Identitas Avhath Sekaligus Membuka Ruang Eksplorasi

Secara keseluruhan, Avhath menjadi titik temu dari perjalanan musikal yang telah ditempuh band ini melalui rilisan-rilisan sebelumnya. Pendengar yang mengikuti Avhath sejak awal masih dapat mengenali karakter suara, intensitas, dan atmosfer yang menjadi ciri khas mereka.

Namun, album ini tidak sekadar mengulang formula yang sudah dikenal. Berbagai elemen yang dikembangkan sepanjang perjalanan karier dirangkum menjadi karya yang lebih menyeluruh.

Melalui album penuh perdana ini, Avhath sekaligus membuka ruang untuk menjelajahi kemungkinan musikal baru tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas yang telah mereka bangun sejak 2012. (Far)

Baca Artikel Asli