Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'

Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Australia menyelidiki hubungan antara negara tersebut dan seorang kopilot Flydubai yang menikam pilot dan mencoba mengambil alih kendali pesawat dalam penerbangan menuju Israel. Kopilot tersebut disebut menyerang kapten pilot menggunakan kapak darurat (crash axe) dalam penerbangan dari Dubai ke Tel Aviv. Untungnya, para penumpang melumpuhkannya dan mengambil alih kendali pesawat dengan sukses.

Otoritas Australia belum mengidentifikasi identitas kopilot tersebut, yang oleh berbagai media diidentifikasi sebagai Hamam al-Hammami. Jaksa penuntut di UEA menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut serta kemungkinan motif di baliknya.

“Penyelidikannya sedang dilakukan terhadap hubungan pria tersebut dengan Australia. Penyelidikan ini melibatkan kepolisian negara bagian dan lembaga keamanan negara tersebut. Pembaruan informasi akan diberikan pada waktu yang tepat,” kata pihak Kepolisian Federal Australia (AFP) dalam keterangan yang dikutip BBC.

Sumber-sumber yang mengetahui kasus ini mengatakan kopilot tersebut telah mendapat visa pelajar pada 2014 dan menempuh pendidikan di Australia antara 2015 dan 2017 hingga ia meninggalkan negara tersebut. Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan visa pelajar kopilot tersebut dibatalkan pada 2019 karena ia tidak lagi terdaftar dalam program studi sehingga membuatnya tidak lagi memenuhi syarat.

Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan sang kopilot merupakan seorang warga negara Oman.

Baca juga:

Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan




Tragedi di Ketinggian 17.000 Kaki



Penerbangan dari Dubai ke Tel Aviv pada 30 September tersebut mengangkut lebih dari 170 penumpang menuju Israel.

“Dua setengah jam dalam perjalanan, pesawat tersebut anjlok sejauh 17.000 kaki (5.200 meter) ketika kopilot asal Oman tersebut menyerang pilot dengan kapak darurat,” kata Jaksa Agung Uni Emirat Arab.

Pilot yang menerbangkan pesawat, Kapten Smit Machchhar, menceritakan bagaimana ia terbaring terluka di lantai saat menyadari pesawat sedang menukik turun dan ia harus bertindak. “Saya katakan kepada diri sendiri untuk melakukan satu dorongan terakhir guna membuka pintu dari dalam,” katanya.

Usahanya berhasil sehingga memungkinkan para penumpang masuk. Dua pilot cadangan lalu mendaratkan pesawat tersebut dengan selamat di Arab Saudi.

Machchhar, seorang warga negara India, dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum diterbangkan ke Abu Dhabi. Ia kini dilaporkan dalam kondisi stabil.

Kopilot tersebut ditangkap setelah pendaratan darurat dan sedang menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi. Jaksa Agung UEA, Hamad Saif Al Shamsi, pada Sabtu, mengatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk memastikan keadaan, motif, dan keterkaitan apa pun yang berhubungan dengan insiden tersebut.(dwi)

Baca juga:

Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv

Baca Artikel Asli