Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Kualitas Udara masih tak Sehat

Dwi Astarini - 1 jam, 33 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — SEBARAN asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Sabtu (17/10). Namun, kualitas udara di sejumlah wilayah Jakarta masih berada dalam kategori tidak sehat.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi sisa sebaran asap karhutla di Pesisir Barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki atau 3–5,4 kilometer.


Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, pada Jumat (16/10).


“Berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran tersebut hanya berlangsung sesaat dan tidak berdampak pada kualitas udara di permukaan,” jelas Guswanto kepada wartawan di Jakarta dikutip Senin (19/10).


Pemantauan pada Sabtu (17/10) pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB menunjukkan asap mulai bergerak menjauh secara bertahap. “Perubahan arah dan melemahnya angin pada ketinggian tersebut turut memengaruhi pergerakan asap,” tutur Guswanto.

Baca juga:

DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta


Meski demikian, data kualitas udara menunjukkan kondisi di sejumlah titik Jakarta masih perlu diwaspadai. Pengukuran konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kemayoran tercatat berkisar 46,7–109,7 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan angka 49 di Marunda, 60 di Tanah Abang, 103 di Kelapa Gading, 116 di Menteng, dan 120 di Kebon Jeruk. Kualitas udara di Marunda masuk kategori baik, Tanah Abang sedang, sedangkan Kelapa Gading, Menteng, dan Kebon Jeruk berada dalam kategori tidak sehat.


Guswanto menegaskan keberadaan asap yang terdeteksi satelit tidak selalu berarti terjadi peningkatan konsentrasi polutan di permukaan. “Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing,” ungkap Guswanto.


BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.


“Penggunaan masker yang sesuai juga dianjurkan bagi masyarakat di wilayah terdampak asap, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan,” jelas Guswanto.(knu)

Baca juga:

Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional

Baca Artikel Asli