Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan

Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - WARGA Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, baik yang melaksanakan ibadah haji dan umrah maupun yang tinggal, diminta meningkatkan kewaspadaan setelah adanya perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

WNI di Arab Saudi diimbau agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.

"Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha, dikutip Selasa (13/10).

Serangan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman dilaporkan menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10). Serangan berlanjut pada Minggu (11/10) waktu setempat.

Baca juga:

Houthi dan Arab Saudi Memanas, Bahlil Bakal Cari Pasokan Minyak ke Afrika


Saat menanggapi perkembangan tersebut, pemerintah meminta WNI untuk menghindari lokasi yang berpotensi rawan dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah terdampak situasi keamanan. Kemenhaj juga mengimbau WNI agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, mengacu pada sumber resmi, serta tidak menyebarluaskan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Pemerintah menegaskan WNI di Arab Saudi perlu terus memantau informasi dan arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri, sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga keselamatan.

Secara khusus, jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi diminta untuk terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Penyelenggara perjalanan juga diminta untuk memastikan kondisi jemaah dan menyampaikan informasi penting secara berkala. Ia meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi.

"Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," ujarnya.(Asp)

Baca juga:

Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar

Baca Artikel Asli