MerahPutih.com - Pesta olahraga terbesar se-Benua Asia edisi ke-20 resmi berakhir secara spektakuler lewat upacara penutupan di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, Jepang, Minggu (4/10) malam waktu setempat.
Seremoni megah itu sekaligus menandai selesainya kompetisi sengit selama 16 hari yang berlangsung sejak 19 September hingga 4 Oktober 2026 dengan melibatkan ribuan atlet dari 45 Komite Olimpiade Nasional (NOC) se-Asia.
Kontingen China keluar sebagai juara umum yang tak tertandingi usai mendominasi perolehan medali dengan raihan fantastis 169 emas, 89 perak, dan 83 perunggu.
Sementara itu, tuan rumah Jepang harus puas mengunci posisi runner-up klasemen akhir medali dengan perolehan 83 emas, 95 perak, dan 91 perunggu.
Baca juga:
350 Rekor Baru Pecah di Asian Games 2026, Atlet Indonesia Sumbang 2 Nama
Apresiasi OCA dan Tingkat Prestasi Olahraga Asia
Dalam pidato penutupannya, Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani menggarisbawahi perhelatan Aichi-Nagoya 2026 sukses menaikkan standar kompetisi dan melahirkan deretan bintang olahraga baru di kancah internasional.
Malam ini, saat kita menurunkan bendera Aichi-Nagoya 2026, kita menutup Asian Games ini, tetapi sekaligus meningkatkan standar olahraga Asia,
Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani.
Sheikh Joaan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komite Penyelenggara Aichi-Nagoya, Komite Olimpiade Jepang, Pemerintah Prefektur Aichi, Kota Nagoya, serta ribuan sukarelawan yang menyukseskan gelaran ini.
Militansi serta sportivitas yang ditunjukkan seluruh kontestan selama 16 hari kompetisi dinilai telah mengikat persaudaraan antarnegara di Benua Asia. Semangat persatuan dan sportivitas ini dipastikan bakal terus berkobar meskipun api utama di kaldron stadium telah dipadamkan.
Baca juga:
Indonesia Peringkat 16 Asian Games 2026 Nagoya, Capaian Medali Emas Turun Tapi Target Jebol
Evaluasi Kontingen Indonesia dan Estafet Beralih ke Doha 2030
Menutup pidatonya, Sheikh Joaan secara resmi mengajak seluruh generasi muda Asia untuk mengalihkan fokus menuju gelaran Asian Games edisi ke-21 di Qatar.
Estafet perhelatan pesta olahraga terakbar Asia tersebut kini resmi beralih ke Kota Doha yang siap menyambut para atlet terbaik dunia pada tahun 2030 mendatang.
"Kita bergerak dari timur ke barat, dari Jepang ke Qatar, menyebarkan nilai-nilai kita dan memastikan setiap sudut benua kita merasakan perayaan olahraga ini," tandasnya. (*)