Antisipasi Mudik 2026, Korlantas Polri Gencar Razia Angkutan Ilegal
Selasa, 20 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Persiapan penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 mulai dimatangkan. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melakukan langkah antisipatif dengan menggelar razia travel dadakan atau angkutan tidak resmi menjelang periode mudik Hari Raya Idulfitri 2026.
Razia tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi meningkatnya penggunaan travel dadakan yang dinilai memiliki kerawanan tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, travel dadakan kerap tidak memenuhi standar keselamatan angkutan umum.
“Kendaraannya belum tentu layak jalan, tidak menjalani ramp check, bahkan sering mengangkut penumpang melebihi kapasitas,” kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/1).
Baca juga:
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Cek Jadwal Awal Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1447 H
Menurut Agus, kendaraan travel dadakan tidak memiliki jaminan kelayakan sehingga menjadi salah satu faktor utama tingginya risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pengemudi juga tidak menjalani pemeriksaan kesehatan, tes bebas narkoba, serta jam kerja yang tidak dibatasi.
“Ini menjadi dampak buruk terjadinya kecelakaan lalu lintas,” terangnya.
Karena itu, Agus mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih angkutan mudik dan disarankan tetap menggunakan jasa angkutan mudik resmi.
“Pilih angkutan resmi, kendaraan yang layak jalan, dan pengemudi yang profesional. Mudik selamat dan keluarga pun tenang,” ujarnya.
Baca juga:
Angka Kecelakaan Nataru 2025 Turun, Komisi V Minta Strategi Disempurnakan untuk Mudik Lebaran 2026
Sebagai informasi, berdasarkan kalender Hijriah dan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026, sementara Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung pada 21–22 Maret 2026.
Adapun cuti bersama Idulfitri ditetapkan pada 20, 23, dan 24 Maret 2026. Dengan jadwal tersebut, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada H-1 atau 20 Maret 2026. (Knu)