Angga Sasongko Buat Film Pendek Pakai Ponsel

Rabu, 12 Mei 2021 - Andreas Pranatalta

PERANGKAT memang penting tapi bukan jadi halangan untuk berkarya. Ini dibuktikan sutradara Angga Dwimas Sasongko yang membuat film berjudul Konfabulasi dengan menggunakan ponsel Samsung Galaxy S21 Ultra 5G. Hasilnya pun sekelas visual Red Camera.

Mengutip ANTARA, Angga merasa tertantang ketika mendapat tawaran dari Samsung Indonesia untuk menggarap film pendek tersebut menggunakan ponsel flagshipnya. Meski menggunakan ponsel, Angga tetap tidak mengurangi skala dan kualitas pembuatannya. Bahkan dia menerapkan seluruh tahapan produksi secara profesional.

Baca juga:

Yuk, Belajar Minta Maaf dari 5 Film Indonesia ini

“Sebagai sutradara, saya tidak ingin mengurangi esensi produksi film, hanya karena berupa film pendek atau menggunakan smartphone. Dalam seluruh prosesnya kami tetap all out, dan ini bisa possible karena devicenya sangat powerful,” kata Angga.

Fitur-fitur di dalamnya juga membantu kinerja Angga sebagai sutradara, salah satunya Director’s View.

“Seperti pada scene mobil tabrakan, lewat Director’s View saya bisa melihat terlebih dahulu mana arah terbaik untuk datangnya mobil karena pengambilan scene ini sangat menantang. Pastinya ketepatan saya butuhkan dan Director’s View yang membantu saya mengaturnya semua dengan lebih efektif,” ucapnya.

Selain itu, Angga juga memanfaatkan Super Steady dan Sensor Stabilizer untuk hasil yang lebih stabil. Proses syuting pun relatif lebih mudah dan ringkas bila dibandingkan dengan menggunakan kamera profesional. Angga butuh waktu tiga hari untuk menyelesaikan syutingnya.

Baca juga:

Angga Sasongko: Pembajakan Satu Film Pendapatan Berkurang Rp 4 Milyar

Konfabulasi, film pendek bergenre action-heist yang bercerita tentang Bilal (Reza Rahardian) dan Marla (Dian Sastrowardoyo) yang terhubung melalui perangkat untuk menjalani proses konfabulasi.

Konfabulasi merupakan proses rekonstruksi memori dengan mengisi memori palsu yang berasal dari arahan, pernyataan, dan tebakan yang masuk akal. Marla adalah seorang mentor yang berusaha memasuki ingatan dan ‘mencuri memori’ dari Bilal. Di sisi lain, Bilal merupakan seorang agen yang hendak menerima tugas pertamanya.

Marla berusaha mengganti memori ‘terbelenggu’ Bilal dan menggantinya dengan memori palsu. Usaha itu membuat Marla masuk ke alam bawah sadar Bilal dan menggantinya dengan kesadaran baru.

Film pendek ini bisa kamu saksikan di YouTube resmi Samsung Indonesia. (and)

Baca juga:

Angga Dwimas Sasongko Tegaskan Perang Lawan Pembajak Film

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan