PENELITIAN yang dilakukan oleh Dr Inge Kersbergen dari Institute of Psychology, Health and Society University of Liverpool, seperti yang dipublikasikan melalui Journal of Psychopharmacology, menyebtukan bahwa konsumsi alkohol membuat efek kemampuan berbahasa yang lebih baik pada seseorang.
Kersbergen menyatakan seperti yang dimuat pada laman Mirror, orang yang mengonsumsi alkohol dan memiliki kemampuan bahasa kedua akan menjadi jauh lebih baik pronunciationnya.
Ini ia buktikan pada penelitian yang menempatkan seseorang yang memiliki kemampuan bahasa kedua, bahasa Belanda, berbicara dengan orang Belanda asli.
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Dr Fritz Renner dari Maastricht University, kemampuan berbahasa itu muncul ketika seseorang mengonsumsi alkohol dalam jumlah terbatas bukan dalam jumlah berlebihan.
Bisa jadi karena alkohol menaikan rasa percaya diri dalam seseorang dan menurunkan kegugupan sosial. Hal ini yang kemudian menaikan kemampuan otak untuk mampu lebih fokus untuk berbicara pada kemampuan bahasa kedua.
Meskipun demikian Dr Jessica Werthmann, yang juga terlibat dalam penelitian tersebut masih dini menyebutkan keberhasilan penelitian itu. Salah satu yang teridentifikasi baru satu faktor yakni menghilangkan kegugupan sehingga menaikan rasa percaya diri. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut. (psr)