Alasan Mengapa Tak Perlu Beli Smartphone Berdasarkan Megapiksel Kameranya

Senin, 26 Agustus 2024 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Saat membeli smartphone baru, salah satu hal pertama yang mungkin jadi pertimbangan adalah kameranya. Melalui smartphone, kini kita bisa mengambil foto dan video dengan hasil menakjubkan. Namun, megapiksel kamera tak selalu menjadi pertimbangan saat ingin membeli smartphone.

Faktanya, ada sejumlah alasan mengapa sebaiknya tidak membeli smartphone berdasarkan megapiksel kameranya. Lalu, apa alasannya? Berikut adalah penjelasannya.

Baca juga:

Cara Mengatur Pengaturan Kamera Default di iPhone

Alasan Tak Perlu Beli Smartphone Berdasarkan Kameranya

Megapiksel kamera sering jadi pertimbangan saat membeli smartphone
Megapiksel kamera sering jadi pertimbangan saat membeli smartphone. Foto: Unsplash/Taan Huyn
>Mengutip Gizmochina, berikut ini adalah empat alasan mengapa tak perlu memperhatikan megapiksel kamera saat membeli smartphone:

1. Megapiksel Menghasilkan Gambar yang Tak Jauh Berbeda

Pertama, megapiksel mengacu pada resolusi foto yang dapat diambil kamera, yakni satu megapiksel sama dengan satu juta piksel. Meski benar bahwa lebih banyak piksel dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam, tetapi perbedaannya menjadi kurang terlihat setelah titik tertentu.

Misalnya, kamera 12MP dan kamera 48MP mungkin tidak menghasilkan gambar yang jauh berbeda dalam penggunaan sehari-hari, terutama pada layar ponsel atau monitor komputer standar.

Resolusi yang lebih tinggi sebagian besar menguntungkan pencetakan format besar atau pembesaran ekstrem, yang jarang diperlukan oleh sebagian besar pengguna.

2. Ukuran Sensor Lebih Penting Dibanding Megapiksel

Komponen terpenting dari kamera smartphone adalah sensor gambarnya. Chip kecil ini menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi gambar.

Kemudian, sensor yang lebih besar memungkinkan lebih banyak cahaya masuk, menghasilkan kinerja cahaya rendah yang lebih baik, rentang dinamis yang lebih baik, serta akurasi warna yang lebih kaya.

Misalnya, seri Apple iPhone dan Google Pixel. Keduanya dikenal berkat performa kameranya yang luar biasa, yang menggunakan sensor serta mengutamakan kualitas dibanding jumlah megapikselnya.

Meski memiliki jumlah megapiksel yang lebih rendah dibanding beberapa pesaingnya, iPhone dan Pixel secara konsisten menghadirkan fotografi dunia nyata yang unggul, karena teknologi sensor canggih mereka.

Baca juga:

5 Fitur Ponsel yang Tak Perlu Digunakan saat Cuaca Panas

3. Kualitas Lensa dan Ukuran Aperture

Selanjutnya, faktor lain dalam menentukan performa kamera smartphone adalah kualitas lensa dan ukuran aperture. Lensa memfokuskan cahaya ke sensor, kemudian lensa berkualitas lebih tinggi dapat meminimalkan distorsi dan aberasi.

Sementara itu, aperture (sering dilambangkan dengan angka f/ seperti f/1.8, f/2.2) mengontrol seberapa banyak cahaya yang mencapai sensor.

F-number yang lebih rendah berarti aperture yang lebih besar, sehingga memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor, khususnya bermanfaat dalam situasi cahaya rendah.

Bahkan, kamera 108MP dengan sensor kecil dan aperture sempit mungkin bermasalah dalam kondisi cahaya redup, sehingga menghasilkan gambar yang berisik dan berbintik.

4. Pemrosesan Gambar

Apa yang terjadi setelah foto diambil juga penting diperhatikan. Smartphone saat ini sangat bergantung pada algoritma pemrosesan gambar untuk menyempurnakan foto.

Algoritma tersebut menangani semuanya, mulai dari pengurangan noise hingga pemrosesan HDR, koreksi warna, serta teknik fotografi komputasi seperti mode malam atau portrait.

Contohnya, iPhone terkenal dengan kemampuan pemrosesan gambarnya, yang secara konsisten menghasilkan foto berkualitas tinggi dengan jumlah megapiksel yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan, bahwa perangkat lunak kamera sama pentingnya dengan perangkat kerasnya.

Baca juga:

iPhone 16 Diklaim Bakal Punya Tombol Baru dan Layar yang Lebih Besar

Meskipun megapiksel merupakan aspek penting pada kamera smartphone, tetapi bukan faktor dalam menentukan kualitas gambar.

Pengaturan kamera smartphone yang seimbang dengan sensor yang baik, lensa berkualitas, dan perangkat lunak pengolah gambar yang kuat, secara konsisten menghasilkan foto yang lebih baik dibanding kamera yang hanya mengandalkan jumlah megapiksel tinggi. (sof)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan