Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ahok Pertanyakan Rencana PPI Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Asal Jerman

Andika Pratama - Rabu, 24 November 2021

MerahPutih.com - Rencana Pertamina Power Indonesia (PPI) mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman, dipertanyakan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, ia menilai membeli saham mobil listrik tersebut tidak menguntungkan.

Keinginan tersebut, lanjut Ahok, pernah dipaparkan oleh anak perusahaan PT Pertamina ke jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina.

Baca Juga

Toilet SPBU Pertamina di Joglo Raya Bebas dari Penjaga Dua Ribuan

"Narasinya apa? (kenapa) mesti beli mobil listrik di Jerman? (katanya) supaya bisa masuk pasar Amerika, China," kata Ahok melalui Youtubenya dengan tema 'Pejabat Tidak Boleh Takut untuk mengeksekusi', Rabu (23/11).

Ia pun meminta PPI untuk berhati-hati dengan rencana mengakuisisi perusahaan mobil listrik. Sebab, dalam pengambilan keputusan, pejabat tidak boleh memberikan 'future' valuasi tanpa dasar yang kuat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, jika akuisisi bertujuan untuk memperluas kemungkinan masuk ke pasar Amerika dan China ( Tiongkok), maka akan ada tantangan yang besar.

Pasalnya, di Amerika Serikat sendiri sudah ada Tesla, sementara untuk pasar China juga sudah ada Wuling yang bisa menawarkan kendaraan listrik dengan harga murah.

"Kalau Anda masih kurang ngerti, kenapa nggak ajak Wuling atau misalnya perusahaan China. Gue mau kembangin mobil pakai merk gue boleh ngak? boleh dong," ujar Ahok.

Baca Juga

Bayar Saat ke Kamar Kecil, Erick Perintahkan Pertamina Gratiskan Toilet di SPBU

Terlebih, kata Ahok, ada kendaraan listrik buatan anak negeri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dibanderol dengan harga Rp 20 juta. Jumlah ini dinilai berbeda drastis dengan angka akuisisi perusahaan asal Jerman yang kabarnya mencapai USD 170 juta.

"Kita sudah punya aki, kita lebih baik ngembangin anak-anak ITS," tegas dia.

Politikus asal PDI Perjuangan ini juga bilang, akan ada biaya besar yang dikeluarkan jika kendaraan listrik mengalami masalah. Hal itu ia ketahui dari rekannya yang pernah alami kerusakan pada mobil listriknya.

"Lupa ngecas atau kelebihan ngecas saya lupa, ga tau apa yang terjadi. Rusak lah seluruh baterai, ketika dia mau beli baterai baru nih harganya setengah harga," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

Komisi VI Tunggu Hasil Investigasi Pertamina soal Sebab Tangki Cilacap Terbakar

Baca Artikel Asli