Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau

Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026

MerahPutih.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sektor penerbangan Indonesia. Sebanyak 268 ribu penumpang gagal terbang akibat penutupan tujuh bandara di selatan Sumatera dan barat Jawa.

Bandara Soekarno-Hatta sebagai gerbang utama internasional menjadi yang paling parah terdampak dengan lebih dari 173 ribu penumpang tertahan.

Baca juga:

Kronologi 25 Jam Anak Krakatau Erupsi Tanpa Henti, Sebaran Abu Landa 5 Provinsi

Bandara Lumpuh, Ratusan Ribu Penumpang Terdampak

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menyebut sejak 5 September hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB, tercatat 2.300 penerbangan terdampak dengan total penumpang mencapai 268.539 orang.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penerbangan terdampak sebanyak 1.320 penerbangan yang batal berangkat.

Penumpang terdampak mencapai 173.474 orang,

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim

7 Bandara Masih Ditutup Sampai Pukul 18.30 WIB

Bandara Soekarno-Hatta saat ini statusnya masih ditutup hingga pukul 18.30 WIB dan masih mungkin diperpanjang.

AirNav Indonesia melaporkan 6 bandara lain juga terdampak abu vulkanik, yakni Budiarto Curug, Muhammad Taufiq Kiemas, Pondok Cabe, Halim Perdanakusuma Jakarta, Husein Sastranegara Bandung, dan Radin Inten II Lampung.

Baca juga:

Pagi Ini, Bandara Soetta Masih Ditutup

Bandara Sumsel Sudah Dibuka Kembali

Sedangkan, Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026.

Semburan abu Anak Krakatau dilaporkan mencapai 50 ribu kaki (15.200 meter), menyebar luas ke langit barat Indonesia. Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan delapan bandara utama demi keselamatan penerbangan. (knu)

Baca Artikel Asli