MerahPutih.com - Dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena serpihan reruntuhan dampak gelombang serangan milisi Houthi dari Yaman yang menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.
Kedua korban WNI itu sempat mendapatkan perawatan medis darurat di RS Sulaiman Habib cabang Al Shahafah dan Al-Takhasusi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang usai dipastikan hanya menderita luka ringan.
Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama,
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (14/10).
Baca juga:
Mesir Siap Beri Bantuan Militer ke Arab Saudi Buat Hadapi Houthi
Imbauan WNI Jangan Dulu ke Aran Saudi
Namun, KBRI Riyadh tidak membuka identitas kedua WNI itu ke publik. Tim KBRI memastikan juga telah menyisir sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Mouwasat dan RS Riyadh. Hasil penyisiran memastikan tidak ada lagi WNI yang menjadi korban luka maupun meninggal dunia.
Melihat kondisi keamanan yang makin memanas di kawasan Timur Tengah, Kemenlu telah mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak ke Arab Saudi serta rajin memperbarui status penerbangan maskapai.
Baca juga:
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
Sanksi Otoritas Saudi Bagi Penyebar Foto Serangan Rudal di Medsos
Di tengah situasi darurat keamanan, KBRI Riyadh secara khusus mengeluarkan peringatan keras terkait aturan hukum siber di Arab Saudi yang melarang masyarakat mendokumentasikan atau menyebarkan visual aksi militer.
Otoritas Kerajaan Arab Saudi menegaskan tidak akan segan menindak tegas dan menjatuhkan sanksi hukum berat bagi siapa saja yang nekat mengunggah foto, video, maupun menyebutkan titik lokasi jatuhnya amunisi militer di jejaring digital.
Warga Negara Indonesia di Arab Saudi kembali diimbau untuk tidak mengambil foto, merekam, menyebarkan atau membagikan informasi terkait penangkisan serta lokasi jatuhnya rudal dan drone di media sosial,
KBRI Riyadh.