MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperkuat respons kesehatan menyusul tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 113.336 kasus ISPA akibat karhutla hingga 9 September 2026. Dari jumlah tersebut, 26.545 kasus terjadi pada balita.
Netty menilai angka tersebut menunjukkan dampak karhutla telah menjadi persoalan kesehatan masyarakat, bukan semata persoalan lingkungan.
“Ketika jumlah kasus ISPA pada anak meningkat, kita tidak bisa lagi melihat karhutla hanya sebagai persoalan lingkungan. Ini sudah menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kesiapan layanan dan pelindungan kelompok rentan,” ujar Netty kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/9).
Baca juga:
Karhutla dan Kemarau Panjang Bikin Kasus Ispa Alami Lonjakan
Puskesmas dan Rumah Sakit Diminta Bersiap
Menurut Netty, pemerintah perlu memastikan puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak memiliki kesiapan menghadapi potensi lonjakan pasien dengan gangguan pernapasan.
Kesiapan tersebut, kata Netty, mencakup ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan hingga layanan rujukan.
Jangan menunggu fasilitas kesehatan penuh baru bertindak. Pemerintah harus membaca data kasus secara berkala dan memastikan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta layanan rujukan siap,
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani.
Pemantauan Tren Penyakit Perlu Diperkuat
Netty juga meminta pemerintah memperkuat pemantauan tren penyakit di daerah yang terdampak karhutla.
Menurut dia, data tersebut penting untuk menentukan wilayah yang membutuhkan intervensi kesehatan lebih cepat.
Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Netty menekankan perlunya pelindungan khusus terhadap kelompok rentan. Kelompok tersebut terutama balita, anak dengan asma dan penyakit pernapasan, anak dengan penyakit jantung tertentu, serta ibu hamil.
“Ini bukan hanya soal berapa banyak orang yang sakit, tetapi bagaimana negara memastikan mereka yang paling rentan tidak terlambat mendapatkan pertolongan,” ujar Netty.
Baca juga:
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Netty mengatakan penanganan dampak kesehatan akibat karhutla harus dilakukan secara bersamaan dengan upaya pengendalian kebakaran.
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar persoalan kesehatan akibat karhutla tidak berkembang menjadi beban yang lebih besar bagi masyarakat. (Knu)