Film

'Kisah Manusia Merangkai Punah' Rekam Krisi Ekologi Global

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Kamis, 08 September 2022
'Kisah Manusia Merangkai Punah' Rekam Krisi Ekologi Global

Adegan Film Kisah Manusia Merangkai Punah. (Foto: Magnifique)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUARA mengerak memecah keheningan hutan. Sejurus kemudian, "brukkkkkk". Sepohon besar rubuh. Batang pohon nan bisa dirangkul lima hingga enam orang tersebut bercerai dari akar. Tabir pun terbuka. Setelahnya, cahaya matahari nan semula tertutup rimbunan daun kini bisa leluasa masuk hingga ke dasar hutan menyorot para pembalak "memutilasi" batang besar nan merebah sedari tadi.

Baca Juga:

Mengintip Peluang Berbisnis Hunian Co-Living Lewat Kredit

"Tak sudi memberi tanah ke Indian. Dokumen sudah jelas. Tanah ini milik petani," kata seorang pembalak bertopi mengenakan penutup muka.

"Namun, Anda pasti sadar ini rumah mereka. Suku-suku pribumi telah tinggal di tanah ini ratusan tahun," tanya pemandu dokumenter sekaligus sutradara Otto Brockway.

Raline Shah
Sutradara Ludovic Brockway dan kru film memeriksa perlatan untuk produksi film dokumenternya. (Foto: Magnifique)

"Dengar, dunia ini tidak adil. Ada menang dan ada kalah. Seluruh dunia mengira bisa ikut campur dalam urusan tanah di Brasil. Maaf saja." katanya menyakinkan. "Kami punya cara sendiri!".

Konflik pembalak dengan Suku Anak Dalam di pedalaman hutan Amazon, wilayah Brasil, tersebut menjadi pembuka film dokumenter Kisah Manusia Merangkai Punah nan dengan narator serta teks film berbahasa Indonesia tayang perdana (7/9). Film garapan BROXSTAR PRODUCTIONS dan VISION FILMS disulihsuarakan ke bahasa Indonesia oleh Raline Shah.

Baca Juga:

Saatnya Warga +62 JUALAIN

"Tak mudah memang proses sulih-suaranya. Harus pas. Apalagi prosesnya selagi masa-masa awal pandemi harus cari-cari studio di Bali," kata Raline Shah pada penayangan perdana Kisah Manusia Merangkai Punah, di Flix Cinema ASHTA District 8, (6/8).

Film garapan BROXSTAR PRODUCTIONS dan VISION FILMS sebelumnya telah tayang di berbagai negara dengan narator asli berbahasa Inggris diisi peraih Academy Award Kate Winslet.

"Saya pun fan Kate Winslet. Maka, jadi sebuah kebanggan bisa jadi pengisi suara versi bahasa Indonesia," sambung Raline Shah.

Raline Shah
Proses Voiceover Raline Shah pada fim Kisah Manusia Merangkai Punah. (Foto: Magnifique)

Film berdurasi satu jam 21 menit lebih tersebut tak hanya menera tentang konflik lahan di hutan Amazon, tetapi juga bencana ekologi di seluruh penjuru dunia, mulai dari kekeringan, banjir, tanah longsor, mencairnya es di kutub utara, serta peningkatan merebaknya virus termasuk pandemi.

Bahkan, di bagian tengah sampai akhir penayangan, film tersebut memberi porsi besar terhadap kerusakan lingkungan akibat industri peternakan hewan. Di dalam film disajikan paparan berkait industri hewan ternak ternyata memakan banyak lahan nan semula merupakan hutan atau ruang terbuka, kelebihan produksi daging sehingga menjadi limbah, dan isu ketidakhigienisan pasokan daging tersebut.

Dari sekian masalah nan menyumbang krisis ekologi dunia, menurut aktivis lingkungan Tiza Mafira merasa menjadi semakin aktula untuk kembali ke lokal, semisal tentang memberdayakan sumber pangan lokal atau terdekat sehingga tak menjadi industri nan masif.

"Kita bisa berkontribusi mengurangi dampak krisis ekologi global dengan memberdayakan kelokalan. Menggunakan sumber pangan lokal, bahkan kalau bisa tanam sendiri, atau mengakses dari sumber sekitar atau terdekat," kata Tiza Mafira.

Melalui kontribusi sejumlah tokoh berpengaruh di dunia termasuk Sir Richard Branson dan Tony Robbins, film tersebut memiliki harapan besar untuk dapat membawa pesan positif bagi penonton.

raline shah
Press Conference dan penayangan perdana Kisah Manusia Merangkai Punah. (Foto: Magnifique)

Perspektif ahli sebagai narasumber film, seperti Prof. Olivier de Schutter, Eks-Special Rapporteur dari PBB dan Dr Marco Springmann, Peneliti Senior untuk Kelestarian Lingkungan, Oxford University, Mantan Ilmuwan Utama Pemerintah Queensland Gerard Wedderburn-Bisshop semakin menguatkan pesan nan diusung sang sutradara terhadap filmnya.

"Para ilmuwan telah meramalkan hanya dalam lebih dari dua dekade, kehilangan spesies akan menjadi begitu besar sehingga mustahil untuk pulih. Bumi akan menderita keruntuhan ekologis dan salah satu upaya dapat kita tempuh untuk menunda kepunahan ini dengan mengubah pola makan kita," kata Gerard Wedderburn-Bisshop

Film dokumenter ini disutradarai Otto dan Ludovic Brockway, diproduksi Kian Tavakkoli, Ludovic Brockway dan Mark Galvin. Produser Eksekutif pada film ini termasuk Kate Winslet, Sir Richard Branson, Ivan Orlic dari Seine Pictures, Lauren Mekhael, James Wilks, Joseph Pace, dan Susan Vitka. (*)

Baca Juga:

Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik

#Film Dokumenter #Sustainability #Wisata #Film
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
Ajang film bergengsi Indonesia ini membuka pendaftaran untuk film cerita panjang, film noncerita panjang, film cerita pendek, film dokumenter panjang, film dokumenter pendek, film animasi panjang, film animasi pendek, dan kritik film.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
FFI 2026 Resmi Buka Pendaftaran, Sampaikan Komitmen Penjurian yang Transparan
ShowBiz
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
Aghniny Haque memperluas karier ke Malaysia lewat film horor 'Khadam'. Ia beradu akting dengan Remy Ishak dan memerankan ibu penyandang disabilitas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Aghniny Haque Debut di Film Malaysia ‘Khadam’, Tampil sebagai Ibu Tunarungu dalam Horor Supranatural
ShowBiz
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Sidharta Tata siapkan film 'Hujan Kematian', adaptasi komik sejarah horor 'Locust'. Mengangkat kisah kelam diskriminasi terhadap etnis Tionghoa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Indonesia
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Menbud siap berkoordinasi dengan Danantara terkait tantangan ini untuk mendukung distribusi film nasional yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
ShowBiz
Netflix Siap Rilis Film Animasi 'Steps' Akhir 2026, Simak Deretan Bintang Pengisi Suara dan Sinopsisnya
Netflix siapkan film animasi 'Steps' tayang akhir 2026. Film ini menghadirkan reinterpretasi kisah Cinderella dengan sudut pandang berbeda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Netflix Siap Rilis Film Animasi 'Steps' Akhir 2026, Simak Deretan Bintang Pengisi Suara dan Sinopsisnya
ShowBiz
Trailer 'Spider-Man: Brand New Day' Rilis, Hulk Kembali Muncul saat Peter Parker Kehilangan Kendali
Sony Pictures merilis trailer Spider-Man: Brand New Day. Tom Holland kembali sebagai Peter Parker, sementara Mark Ruffalo muncul sebagai Hulk.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Trailer 'Spider-Man: Brand New Day' Rilis, Hulk Kembali Muncul saat Peter Parker Kehilangan Kendali
ShowBiz
Netflix Siapkan Film Romantis 'Walk the Blue Fields', Satukan Emily Blunt dan Andrew Scott
Netflix menyiapkan film romantis Walk the Blue Fields yang dibintangi Emily Blunt dan Andrew Scott. Adaptasi cerpen populer karya Claire Keegan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Netflix Siapkan Film Romantis 'Walk the Blue Fields', Satukan Emily Blunt dan Andrew Scott
ShowBiz
Pengisi Suara di Film 'Lilo & Stitch' Daveigh Chase Meninggal Dunia
Sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Los Angeles akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Pengisi Suara di Film 'Lilo & Stitch' Daveigh Chase Meninggal Dunia
ShowBiz
Trailer Perdana 'Shrek 5' Resmi Dirilis, Hadirkan Nostalgia dan Petualangan Baru di Far Far Away
DreamWorks Animation merilis trailer perdana Shrek 5. Film ini menghadirkan kembali Shrek, Fiona, Donkey, dan keluarga mereka dalam petualangan baru di Far Far Away.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Trailer Perdana 'Shrek 5' Resmi Dirilis, Hadirkan Nostalgia dan Petualangan Baru di Far Far Away
ShowBiz
7 Film Horor dan Thriller dengan Rating Tertinggi di Rotten Tomatoes 2025-2026
Leviticus, Exit 8, Backrooms hingga 28 Years Later: The Bone Temple masuk daftar film dengan rating tertinggi dari kritikus Rotten Tomatoes sepanjang 2025-2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
7 Film Horor dan Thriller dengan Rating Tertinggi di Rotten Tomatoes 2025-2026
Bagikan