Facebook dan Google akan Tinggalkan Hong Kong, Ada Apa?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 07 Juli 2021
Facebook dan Google akan Tinggalkan Hong Kong, Ada Apa?

Facebook dan Google akan Tinggalkan Hong Kong. (Foto: pixabay/mrprevedmedved)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA perusahaan teknologi yang tergabung pada Koalisi Internet Asia (AIC) seperti Facebook, Google dan Twitter, dikabarkan akan pergi dari Hong Kong. Mereka akan melakukan hal ini apabila pihak Hong Kong tak mengubah undang-undang privasinya.

Ancaman itu dikirim dalam sebuah surat yang dikirimkan oleh AIC. Isi ancaman tersebut adalah usulan amandemen undang-undang privasi di Hong Kong, yang bisa membuat individu terkena sanksi berat serta dapat membuat perusahaan bertanggung jawab atas kampanye doxing.

Baca Juga:

Google Meet Hadirkan Fitur Penghemat Data

Beberapa perusahaan teknologi cemas dengan undang-undang privasi di Hong Kong. (Foto: unsplash/mitchel3uo)

Sejumlah perusahaan teknologi tersebut cemas. Sebab, staf mereka bisa menghadapi investigasi kriminal hingga tuntutan bila pengguna membagikan informasi pribadi secara online meskipun tidak ada maksud jahat.

"Sama sekali tidak proporsional dan bisa membungkam kebebasan berbicara. Memperkenalkan sanksi yang ditujukan kepada individu tidak sejalan dengan norma serta tren global," tulis koalisi AIC seperti yang dikutip dari laman Engadget.

Dilansir reuters, ada cara untuk menghindari sanksi bagi perusahaan teknologi tersebut, yakni dengan menahan diri dari investasi serta menawarkan layanan di Hong Kong.

Pada surat yang berjumlah enam halaman tersebut, Jeff Paine selaku Direktur Pelaksana AIC mengaku bahwa amandemen yang diusulkan tertuju pada keamanan badan privasi data individu. Tapi, pihaknya ingin menegaskan bahwa doxing merupakan masalah serius.

Selama protes anti-pemerintah di Hong Kong pada tahun 2019, doxing yang notabene merupakan tindakan terbuka dengan merilis informasi pribadi, identitas seseorang, maupun organisasi mendapat sorotan. Hal ini dikarenakan polisi yang menjadi sasaran setelah data pribadi mereka dirilis secara online.

Baca Juga:

Mengintip Fitur Menarik yang akan Hadir di Facebook

Data pribadi tersebut berupa rincian alamat rumah beberapa petugas, serta sekolah anak-anak pun diungkapkan oleh para pengunjuk rasa anti-pemerintah. Parahnya, beberapa orang dikabarkan mengancam mereka dan keluarga mereka secara online.

Komisaris Privasi Hong Kong untuk Data Pribadi mengaku telah menerima surat yang ditulis oleh Koalisi AIC. (foto: pixabay/simon)

Terkait hal itu, Koalisi AIC percaya bahwa undang-undang anti-doxing yang memiliki efek membatasi kebebasan berekspresi, harus di bangun dengan prinsip-prinsip kebutuhan serta proporsionalitas.

Hingga saat ini baik Google, Facebook, dan Twitter, masih menolak untuk angkat bicara. Namun, Komisaris Privasi Hong Kong untuk Data Pribadi mengaku telah menerima surat yang ditulis oleh Koalisi AIC.

Komisaris Privasi Hong Kong mengatakan bahwa dibutuhkan langkah-langkah baru setelah doxing mendorong batas moralitas dan hukum. Dia pun bersikeras perubahan undang-undang tak akan memengaruhi pada kebebasan berekspresi.

Selain itu, perubahan undang-undang tidak akan menghalangi investasi dari perusahaan asing ke wilayah Hong Kong. (ryn)

Baca Juga:

India Minta Facebook dan Twitter Hapus Unggahan Kritik COVID-19

#Teknologi #Hong Kong #Facebook #Google
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Tekno
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Android 17 hadir dengan fitur transfer data iPhone tanpa kabel, AI Gemini Intelligence, keamanan lebih ketat, multitasking canggih, dan dukungan HyperOS 4 untuk sejumlah HP Xiaomi
ImanK - Jumat, 19 Juni 2026
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Bagikan