Kecemasan juga bikin jam tidur berkurang

anxiety
Gangguan kecemasan juga berpotensi mengacaukan jadwal tidur. (foto: pixabay/wokandapix)

Meskipun bikin otak lemah dalam pengendalian, kurang tidur bukan penyebab langsung gangguan kecemasan. Kecemasan dan tidur nyatanya saling memengaruhi. Semakin buruk kualitas tidur kamu, semakin parah juga gejala kecemasan yang mungkin muncul.

Hal itu disebabkan dominasi pikiran negatif yang terus menyelimuti otak bisa membuat seseorang mudah stres. Dalam jangka panjang, stres kronis dapat meningkatkan risiko insomnia yang membuat seseorang makin susah tidur dan kemudian memicu kemunculan gejala-gejala kecemasan.

Hal sebaliknya juga bisa terjadi. Semakin gangguan kecemasan terus dibiarkan menggerogoti jiwa, semakin kamu sulit tidur sehingga masalahnya bisa timbul makin parah seiring waktu. Masalahnya, ketika kamu merasa cemas, otak akan terus memutar pikiran negatif tersebut layaknya rol film. “Kamu akan semakin menyibukkan diri untuk memikirkan hal itu sehingga tidak bisa tidur,” kata Rita Aouad, MD, seorang pakar kesehatan mental sekaligus pakar pengobatan masalah tidur dari Ohio State University Wexner Medical Center, seperti dikutip dari Prevention.

Tak hanya kecemasan, kurang tidur juga memunculkan gejala-gejala fisik yang menyertai kecemasan, seperti lemas dan pegal linu (akibat ketegangan otot), gangguan pencernaan seperti sakit perut atau mulas, sakit kepala, gemetaran, mulut kering, dan berkeringat deras.

Jadi setop begadang. Atur jam tidurmu. Yang terpenting, jauhkan gawai sehingga pikiran jadi lebih tenang dan rileks. Selamat tidur.(*)