Serangan Timnas Indonesia mudah terbaca Singapura. Lewat kedua sisi sayap, Febri Hariyadi dan Irfan Jaya jarang sekali berhasil mengelabui Shakir Hamzah dan Zulgarnaen Suzliman di lini pertahanan tuan rumah. Buntu di sayap, Skuat Garuda sesekali mencoba menusuk lewat sektor tengah. Tetapi, Stefano Lilipaly yang bertugas sebagai pengatur serangan terisolasi oleh Hariss Harrun dan kawan-kawan. Nama terakhir adalah pencetak gol kemenangan Singapura di menit ke-37.
Mental bertanding yang lemah di kandang lawan diduga menjadi biang keladi kekalahan Timnas Indonesia. Patut diingat, Timnas Indonesia level senior ini hanya memainkan empat partai uji coba di tahun ini, yang keseluruhan bermain di markas sendiri. Pelatih Bima Sakti Tukiman pun mengakui kelemahan tersebut. "Saya bertanggung jawab atas semua kejadian di lapangan. Jadi pekerjaan rumah buat saya, bagaimana membangkitkan mental pemain," ujar Bima pada konferensi pers setelah pertandingan.
Pressing ketat yang dilakukan tuan rumah juga membatasi ruang gerak pemain Timnas Indonesia. "Mereka (Singapura) punya organisasi bagus, transisi mereka baik yang membuat masalah bagi kami," kata Bima.
Malam kelam itu pun berakhir. Para pemain Timnas Indonesia tertunduk lesu. Suporter pun kecewa. Target untuk menjuarai Piala AFF 2018 semakin berat. Timnas Indonesia harus berada di peringkat kedua klasemen akhir Grup B untuk lolos ke babak semifinal. Yang musti diingat, Skuat Garuda masih akan menghadapi juara bertahan Thailand pada partai ketiga Grup B di Stadion Rajamangala, Bangkok, 17 November mendatang. (*/bolaskor.com)