Adnan mengatakan, ada tiga hal yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia untuk membantu kelompok etnis Rohingya. Pertama, memberkan tekanan kepada pemerintah. Karena pemerintah lah yang memiliki hak untuk bersuara di level ASEAN atau kepada PBB untuk menekan pemerintah Myanmar agar aparat militernya tidak melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Harusnya seperti itu yang dilakukan. Yang bisa kita lakukan ini kan namanya second track diplomacy sebagai kekuatan masyarakat," katanya.

Kedua, melakukan dzikir bersama atau membaca doa Qunut Nazilah sebagai upaya untuk menolong masyarakat muslim yang menjadi korban di Myanmar.

“Itu saja digalakkan di masjid-masjid atau mushola untuk membantu masyarakat muslim dari etnis Rohingya supaya terhindar dari mara bahaya,” ujarnya.

Ketiga, melakukan aksi solidaritas kemanusiaan dengan melakukan penggalangan dana.

“Jadi harus benar-benar didudukkkan ke persoalan sesungguhnya Dan peneggakannya juga harus komprehensif, tidak hanya satu isu itu saja. Pemerintah harus bisa meminta lembaga-lembaga internasional untuk segera menyelesaikannya secara cepat agar tak jatuh korban lebih banyak lagi,” ujarnya. (*)