Selain pertumbuhan jumlah orang kaya, Desaulles menyebut salah satu faktor bertumbuhnya liburan salju di Asia Pasifik ialah pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang dan Beijing. Tidak mengherankan jika Tiongkok jadi pasar penggemar liburan salju terbesar di dunia. Di bawahnya, ada India dan Jepang.

Sementara itu, pasar dengan sedikit atau tanpa salju, seperti Hong Kong, Singapura, dan Indonesia, menunjukkan pertumbuhan yang kuat meskipun dari basis yang lebih kecil. Hal itu disebabkan wisatawan negara tersebut mereka mencari liburan berbasis pengalaman yang lebih banyak serta udara yang segar.

club med
Banyak aktivitas seru selain ski saat liburan bersalju. (foto: Instagram @clubmed/sergeysuxov)

Saat ini, liburan salju mejadi domain orang kaya. Sebesar 85% pelancong liburan salju Asia memiliki pendapatan rumah tangga sebesar US$ 4.000 atau lebih. Secara rata-rata, pelancong yang meminati liburan bersalju ialah millenials berusia 38-45 tahun.

Namun tidak seperti di Amerika Utara dan pasar Eropa yang amat mengutamakan ski dan snowboard, pelancong Asia Pasifik mencari pengalaman salju yang jauh lebih beragam, terkadang tanpa ski/snowboard sama sekali.

Mengingat makanan menjadi bagian utama dalam banyak budaya Asia, jadi tidak mengherankan jika daya tarik makan makanan lokal berada di atas daftar hal yang diincar pelancong Asia Pasifik. Selanjutnya, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, dan kegiatan menyenangkan lainnya di gunung, atraksi lokal, dan kontak dengan alam menjadi pertimbangan populer para pelancong liburan salju.

club med
Turis Asia Pasifik memilih tinggal di resor dengan pelayanan lengkap demi kenyamanan. (foto: Instagram @clubmed)

Secara rata-rata, 78% turis Asia-Pasifik tinggal lebih dari empat malam dan 50% dari mereka menghabiskan setidaknya US$ 300 per hari per orang. Di Asia Pasifik, hotel dan resor menjadi pilihan utama akomodasi, bahkan 90% populasi memilih kedua tempat itu. Para pelancong kelas atas dari Asia pun memprioritaskan kenyamanan saat berwisata salju.

Hal itulah yang membuat Club Med menjadi pemimpin pasar dalam hal liburan musim salju di Hong Kong, Singapura, dan Indonesia. Sebanyak 70 ribu pelancong mengunjungi resor pegunungan mereka di seluruh dunia.(*)