Ada pula sejumlah kasus dengan penis kedua bertumbuh di dalam tubuh. Itu berarti si pria tersebut hanya bisa tahu ia memiliki penis lain ketika menjalani pengobatan internal masalah urologi. Beberapa pasang penis duplikat berfungsi normal. Artinya, laki-laki dapat buang air kecil dan/atau menegang dan ejakulasi dari salah satu penis atau keduanya, bergantian atau di waktu yang bersamaan. Pada kasus lainnya, salah satu penis bisa tidak berfungsi sama sekali, hanya seonggok daging.

Diphallia bukanlah kondisi turunan, tapi bisa disebabkan abnormalitas ekspresi gen homeobox, seri DNA tertentu yang mengatur pola perbedaan bentuk tubuh. Abnormalitas itu mulai terjadi selama minggu keempat perkembangan janin dalam kandungan.

Perubahan ekspresi gen itu disebabkan mutasi gen atau cedera atau stres kimiawi. Di sekitar hari ke-24 sampai 25 kehamilan, saluran yang membentuk organ urolo-genital dapat memisahkan diri dari organ kelamin dan rektum yang sedang berkembang. Jika ada sejumlah stres khusus yang diterima embrio di masa-masa tersebut, sel dapat membentuk dua kali.

DNA
Pertumbuhan abnormal DNA jadi penyebab diphallia. (Foto: Pixabay/geralt)

Meskipun punya dua penis, pria dengan diphallia biasanya mandul karena cacat bawaan. Selain itu, mereka juga memiliki peningkatan risiko mengalami spina bifida, suatu kondisi yang menyebabkan malformasi tulang belakang yang dirancang untuk melindungi sumsum tulang belakang.

Penis duplikat memang dapat diangkat dengan prosedur bedah, tapi ada risiko tersendiri dari tindakan tersebut, termasuk hasil akhir yang tidak menentu. Sayangnya, laki-laki yang lahir dengan dua penis akibat diphallia cenderung meninggal pada usia dini karena infeksi dan gagal ginjal. (dwi)