Secara sederhana, ketika kamu menyimpan deposito berjangka selama kurun waktu tertentu, nilai depositomu akan bertambah pada saat jatuh tempo. Di sisi lain, apabila kamu punya jam tangan mewah yang bisa dijual kembali dengan nilai melebihi harga beli yang kamu keluarkan, kamu tidak perlu menunggu masa 'jatuh tempo' untuk mendapatkan keuntungan.
Lebih jauh Ari juga menyarankan para kolektor untuk memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah. Mengingat jam tangan mewah merupakan barang impor yang harga jualnya di Indonesia menggunakan mata uang rupiah, harga jam mewah baru dan second menjadi terpengaruh apabila rupiah terdepresiasi maupun terapresiasi. “Membeli jam tangan baru atau menjual jam tangan mewah second di Indonesia dapat menjadi peluang yang menarik apabila dilakukan pada saat kondisi mata uang rupiah yang tepat," saran Ari.
Ari juga menambahkan, meski masyarakat kelas atas Indonesia sudah sangat familier dengan kepemilikan luxury goods, sedapat mungkin luxury goods ini tidak menjadi satu-satunya portofolio untuk tujuan berinvestasi. “Risiko kerusakan barang jika berada di tangan yang tidak tepat justru akan merusak nilainya. Sehingga sangat penting bagi investor untuk mengerti risiko dari kegiatan investasi yang melibatkan barang-barang berharga yang tidak menghasilkan pendapatan tetap. Jika kamu sudah memiliki mindset memiliki jam mewah sebagai currency atau mata uang, tidak ada salahnya kamu mengoleksi jam tangan guna mendiversifikasi portofolio investasi kamu,” tutup Ari.(*)