3. Buat Target

diet
Tetapkan target, tapi jangan terlalu berat. (foto: pixabay/stevepb)

Ketika niat sudah bulat, kamu juga mesti punya tujuan akhir. Meskipun demikian, jangan patok target kamu terlalu tinggi. Pasalnya, itu cenderung sulit digapai.

Lebih baik memasang target kecil untuk jangka pendek dulu. Misalkan dari target menurunkan 10 kg, pecahlah target kamu ke dalam beberapa target bulanan.

Intinya, tetapkan target sederhana yang setidaknya bisa menyemangati kamu untuk terus maju menggapai tujuan akhir.

4. Abaikan Timbangan

weight loss
Enggak perlu menimbang tiap hari. (foto: pixabay/Tero Vesalainen)

Salah satu kebiasaan orang yang berdiet ialah terobsesi pada angka timbangan. Biasanya angka yang tertera pada timbangan jadi penentu keberhasilan diet kamu.

Meskipun demikian, kamu enggak dianjurkan untuk menimbang berat badan setiap hari. Selain karena berat badan dapat berubah-ubah setiap hari, kamu malah bisa saja stres karena terlalu memikirkan perubahan jarum timbangan. Akibatnya, kamu malah tidak fokus pada proses yang sedang kamu jalani.

Sebaiknya, timbanglah berat badan kamu dalam rentang waktu tertentu, misalnya seminggu sekali. Di samping itu, Kamu mesti ingat bahwa angka timbangan bukanlah satu-satunya faktor penentu dalam diet.

Lingkar tubuh yang kian mengecil, meski tidak disertai dengan berat badan turun, turut menjadi tanda bahwa diet dan olahraga yang Anda jalani sudah tepat.

5. Beri Hadiah

spa
Hadiahi diri dengan hal-hal yang enggak berkaitan dengan makanan. (foto: pixabay/secondfromthesun0)

Mengingat kamu sudah punya target penurunan berat, kejarlah agar target itu tercapai. Biar makin semangat kejar target, pasanglah reward atau hadiah untuk diri sendiri saat target tercapai.

Hadiahi diri kamu dengan hadiah saat target tercapai. Namun, perlu diingat bahwa hadiah yang kamu pilih sebaiknya enggak berhubungan dengan makanan. Pilihannya bisa perawatan diri di salon, traveling, atau membeli buku yang kamu idamkan.

Hadiah itu bakal bikin kamu merasa dihargai dan membuat kamu makin semangat.

Bagaimana, apakah kamu sudah punya sikap mental untuk tubuh baru di 2019?(*)