Penelitian terbaru yang dirilis dari Universitas Oxford dan perusahaan biofarmasi AstraZeneca memang melihat apakah orang yang telah menerima kandidat vaksin dalam uji klinis berpotensi menularkan virus Corona.
Studi pendahuluan, yang diterbitkan dalam Preprints with The Lancet pada 1 Februari menganalisis data dari peserta di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan, dan menemukan bahwa kemanjuran keseluruhan dari vaksin dua dosis tersebut adalah 82,4%.
Baca juga:
5 Langkah Pemulihan yang Bisa Dilakukan Jika Kamu Terpapar COVID-19
Penelitian juga menemukan bahwa ada penurunan 67% pada usap hidung yang positif untuk virus Corona setelah orang divaksinasi. Ini menunjukkan mereka jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkan COVID-19 sesudah vaksin.
Meskipun demikian, vaksin AstraZeneca yang belum disahkan di AS ternyata kurang efektif di Afrika Selatan, terutama terhadap varian virus Afrika Selatan. "Tidak jelas pada titik ini bagaimana varian virus Corona yang sangat menular dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menyebarkan COVID-19 setelah mereka divaksinasi penuh," kata Dr. Adalja.
Namun, para ahli mengantisipasi bahwa vaksin yang dimiliki saat ini masih bersifat protektif dan sebagian besar efektif dalam menahan penyebaran virus bila dikombinasikan dengan tindakan pencegahan lainnya.