3. Buku Diary Hitler (1983)
Majalah Jerman, Stern, mengumumkan bahwa salah satu reporter mereka, Gerd Heidermann, menemukan peninggalan paling penting Nazi berupa buku harian milik Adolf Hitler. Federasi Arsip Jerman membuat sebuah pengumuman bahwa buku harian tersebut palsu. Buku tersebut dicetak di atas kertas modern dan menggunakan tinta modern. Beberapa jam setelah Federasi Arsip Jerman mengklarifikasi kebenaran berita tersebut, para editor majalah Stern mengundurkan diri.
4. Mengisi Daya Ponsel dengan Bawang Merah (2007)
Di era modern, berita-berita hoax yang tersebar lewat meedium yang lebih canggih dan mayoritas berkaitan dengan teknologi. salah satunya ialah kabar pengisi daya ponsel berbahan bawang. Berita palsu tersebut disebarkan sebuah situs bernama Household Hacker. Situs tersebut bahkan mendemonstrasikan cara mengisi daya baterai dengan bawang dan minuman energi. Banyak orang yang tertipu dengan berita tersebut. Mereka mencoba mencolokkan kabel baterai ke bawang.
5. Deodorant Menyebabkan Kanker Payudara (2000-an)
Banyak orang yang menggunakan deodorant supaya aroma tubuh tetap segar sepanjang hari. Namun beberapa tahun yang lalu, masyarakat dunia dibuat cemas dengan kabar yang menyebutkan deodorant yang dioleskan ke ketiak dapat menyebabkan kanker payudara. Berita tersebut tersebar melalui e-mail. Namun, rupanya berita tersebut hanyalah hoaks.
6. Gelang Powerbalance Menambah Energi
Beberapa tahun lalu, masyarakat dihebohkan dengan sebuah gelang karet berhologram bernama gelang Powerbalance. Pihk produsen mengklaim produknya tersebut menggunakan teknologi holografik untuk beresonansi dan merespons medan energi alami tubuh serta meningkatkan kemampuan olahraga. Sejumlah penelitian pun dilakukan.
Hasilnya, para ilmuwan tidak menemukan komponen yang dapat meningkatkan kinerja atletik. Australian Competition and Consumer Commision memaksa produsen untuk menarik klaim mereka tersebut pada 2010. Sejumlah pihak pun menuntut perusahaan atas tindak penipuan. Kini perusahaan Power Balance menghadapi krisis ekonomi karena harus mengeluarkan banyak uang demi memenuhi tuntutan.(Avi)