Enggak seperti supermoon sebelumnya yang berwarna merah, Super Snow Moon berwarna putih. Hal itu karena bulan kali ini enggak mengalami gerhana.
Meskipun demikian, tampilan supermoon kali ini enggak kalah cantik lo. Memang dibutuhkan mata terlatih untuk menyadari bahwa setiap supermoon punya ukuran yang berbeda. Bahkan, untuk membedakan bulan purnama biasa dan supermoon pun cukup sulit lo.
Pasalnya, perbedaan besar bulan purnama normal dan supermoon ialah hanya 14% dengan tampilan 30% lebih terang di langit.
Namun, jika kamu benar-benar ingin merasakan pengalaman melihat supermoon, cara terbaiknya ialah memperhatikan fase awal kemunculan bulan di ufuk timur. Tepat ketika Matahari terbenam di barat. Saat itulah bulan akan tampak dalam ukuran paling besar. Namun, itu juga bisa terjadi karena ilusi optik.
Ilusi optik itu terjadi karena bulan ada di jarak terdekat dengan cakrawala. "Karena ada benda-benda yang relatif dekat dengan bulan ini, seperti pohon dan bangunan, otak kita ditipu. Kita jadi melihat bulan jauh lebih dekat ketimbang benda-benda di alur penglihatan kita," jelas astronom NASA, Mitzi Adams.
Untuk membuktikan ilusi optik itu, Adams menyarankan kamu untuk melakukan trik koin. Caranya, pegang koin dalam jarak serentangan lengan. Posisikan koin menutupi bulan, persis saat bulan baru terbit. Tepat ketika bulan tampak amat besar. Nanti, ketika bulan telah lebih tinggi di langit, dengan trik koin yang sama, kamu akan melihat koin yang sama tetap menutup bulan dalam ukuran yang sama. Namun sayangnya, bulan super kali ini terbit awal di Indonesia. Super snow moon diperkirakan terbit pukul 16.06. Dengan begitu, kamu enggak bakal melihat fase awal saat bulan baru saja terbit di langit timur. Saat langit gelap, bulan sudah ada tinggi di langit sehingga ukurannya enggak akan terlihat signifikan besar.
Well, meskipun melewatkan awal terbit super snow moon malam ini, kamu masih bisa kok menyaksikan fenomena angkasa luar tahun ini.
Sebuah gerhana Matahari total yang bisa dilihat dari Amerika Selatan akan terjadi pada Juli. Pada 26 Desember nanti, akan ada gerhana yang akan nampak di atas Peninsula Arab dan India.
Pada 11 November nanti, akan terjadi peristiwa transit Merkuri. Saat itu, penduduk di Pantai Selatan Amerika bisa melihat saat planet dalam tata surya mengitari Matahari selama 6 jam.
Buat kamu yang menyukai segala hal tentang angkasa luar, semua peristiwa tersebut sudah pasti sayang buat dilewatkan.(dwi)
Baca juga Super Snow Moon, Rangkaian Kedua dari Trilogi Supermoon di Tahun 2019