Sosok Wahyudin Moridu yang Dipecat PDIP, Viral karena Mau Rampok Uang Negara

Soffi AmiraSoffi Amira - Sabtu, 20 September 2025
Sosok Wahyudin Moridu yang Dipecat PDIP, Viral karena Mau Rampok Uang Negara

Anggota DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, dipecat PDIP. Foto: Instagram/Wahyudin Moridu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, tengah viral karena ingin merampok uang negara untuk memiskinkan negeri.

Ucapan kontroversi itu dilontarkan Wahyudin Moridu kepada seorang wanita di sampingnya, saat sedang dalam perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ia merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP sekaligus anak mantan Bupati Boalemo.

Wahyudin Moridu SH lahir di Kabupaten Boalemo, Gorontalo pada 11 November 1995.

Ia merupakan putra dari H Darwis Moridu SH yang pernah menjabat sebagai Bupati Boalemo periode 2017-2020.

Baca juga:

PDIP Pecat Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu Imbas Viral Video 'Rampok Uang Negara'

Pendidikan setingkat SMA ditempuh melalui paket C, dengan tahun kelulusan 2014.

Setelah itu, ia melanjutkan studi hukum di Universitas Ichsan Gorontalo pada 2016 dan sukses menyandang gelar Sarjana Hukum pada 2020.

Sebelum menuntaskan kuliahnya, Wahyudin sudah aktif sebagai kader PDI Perjuangan dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Boalemo.

Ia terpilih untuk periode 2019-2024 dari Dapil 1 yang mencakup Tilamuta, Botumoito, dan Mananggu.

Saat dilantik pada 26 Agustus 2019, usianya masih 24 tahun dan disebut-sebut sebagai anggota termuda DPRD Boalemo. Kemudian, ia ditempatkan di Komisi III DPRD Boalemo dan menjabat sebagai ketua.

Baca juga:

Prabowo Selamatkan Rp 300 T Uang Negara, DPR Ingatkan Jangan Lupakan Pencegahan Korupsi

Karier politiknya berlanjut ke tingkat provinsi. Wahyudin mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil 6 (Kabupaten Boalemo dan Pohuwato) dan berhasil terpilih dengan perolehan 5.654 suara.

Ia resmi dilantik pada Senin (9/9) lalu. Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan data dari situs elhkpn.kpk.go.id, Wahyudin Moridu melaporkan LHKPN terbarunya pada 26 Maret 2025. Ia tercatat memiliki satu harta berupa rumah warisan di Boalemo senilai Rp 180 juta.

Selain itu, Wahyudin juga melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp 18 juta, sehingga total harta yang dimilikinya mencapai Rp 198 juta.

Baca juga:

Dilantik Jadi Menko Polkam, Segini Harta Kekayaan Djamari Chaniago

Ia tidak memiliki kendaraan, mesin, harta bergerak lain, maupun surat berharga. Lalu, Wahyudin melaporkan utang sebesar Rp 200 juta. Jadi, total kekayaannya tercatat minus Rp 2 juta.

Perjalanan politik Wahyudin tidak lepas dari kontroversi. Pada 2020, namanya pernah tercoreng akibat kasus narkoba.

Kini, PDIP sudah memecat Wahyudin akibat kalakuanya yang dinilai mencoreng citra anggota dewan dan partai ini. (knu)

#PDIP #Anggota DPRD #Uang Negara #Viral
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Lirik Lagu 'Dara (Tara Mood)' yang Tengah Viral di TikTok
Inti dari lagu ini adalah penolakan terhadap energi negatif
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Lirik Lagu 'Dara (Tara Mood)' yang Tengah Viral di TikTok
Indonesia
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Ucapan Bupati Aceh Tenggara yang meminta Prabowo Subianto menjadi presiden seumur hidup viral di media sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Desember 2025
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Indonesia
Viral Isu Pegawai KRL Dipecat setelah Tumbler Penumpang Hilang, KAI Commuter Berikan Penjelasan Resmi
Insiden tumbler hilang di KRL Tanah Abang–Rangkasbitung memicu isu pemecatan pegawai. KCI menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Viral Isu Pegawai KRL Dipecat setelah Tumbler Penumpang Hilang, KAI Commuter Berikan Penjelasan Resmi
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
Aria Bima Ingatkan Mahasiswa Penggugat UU MD3 Soal Sistem Pengambilan Keputusan di Lembaga Legislatif
Politisi PDIP ini menduga tuntutan tersebut lahir dari narasi dan persepsi negatif di publik mengenai kinerja DPR
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 November 2025
Aria Bima Ingatkan Mahasiswa Penggugat UU MD3 Soal Sistem Pengambilan Keputusan di Lembaga Legislatif
ShowBiz
Fenomena Labubu Berlanjut, Sony Kembangkan Film dari Boneka yang Viral Berkat Lisa BLACKPINK
Sony resmi mengembangkan film karakter Labubu. Boneka viral ini menjadi fenomena global dan siap memasuki dunia waralaba film.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
Fenomena Labubu Berlanjut, Sony Kembangkan Film dari Boneka yang Viral Berkat Lisa BLACKPINK
ShowBiz
Dari Trauma Masa Kecil Menjadi Film, 'Waluh Kukus' Segera Tayang Di Bioskop
Cerita viral Waluh Kukus akan hadir di layar lebar. Falcon Pictures merilis poster perdana dan memulai produksi film berdasarkan kisah nyata Ainay.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 November 2025
Dari Trauma Masa Kecil Menjadi Film, 'Waluh Kukus' Segera Tayang Di Bioskop
Berita Foto
Ariel Noah Bersama Vibrasi Suara Indonesia Sambangi Fraksi PDIP Bahas Royalti
Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto (kanan), Anggota Fraksi Banyu Biru (kedua kanan), menerima audiensi pengurus asosiasi Vibrasi Suara Indonesia (VISI) di antaranya Armand Maulana (kiri) dan Ariel NOAH (tengah), di Ruang Fraksi PDIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Ariel Noah Bersama Vibrasi Suara Indonesia Sambangi Fraksi PDIP Bahas Royalti
Indonesia
Bupati Ponorogo Ditangkap KPK, PDIP: Kami Minta Maaf karena Dia tak Amanah
PDI Perjuangan Jawa Timur menghomati kewenangan dan proses hukum terhadap kadernya itu yang sedang dilakukan KPK.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 November 2025
Bupati Ponorogo Ditangkap KPK, PDIP: Kami Minta Maaf karena Dia tak Amanah
Indonesia
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Larangan Istirahat di Masjid, Tapi Pengelola Wajib Pasang CCTV Biar Aman
Ia mendorong optimalisasi fungsi sosial masjid yang luas, mencontoh fungsi di zaman Nabi, sambil tetap memperhatikan aspek keamanan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 05 November 2025
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Larangan Istirahat di Masjid, Tapi Pengelola Wajib Pasang CCTV Biar Aman
Bagikan