Pramono Bingung Warga Ngadu Lewat Instagram usai Dicuekin JAKI, PSI: Petugas Harus Dievaluasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: MerahPutih.com/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merasa heran ada warga yang menyampaikan laporan secara langsung ke akun Instagram dirinya melalui direct message (DM), lantaran aduannya di aplikasi JAKI tidak ditindaklanjuti.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PSI, William Aditya Sarana, meminta agar Pemprov DKI Jakarta memastikan petugas-petugasnya di tingkat kelurahan dan suku-suku dinas (Sudin) terkait untuk menindaklanjuti aduan warga dari aplikasi JAKI dengan cepat.
"Sangat disayangkan kalau aduan-aduan dari para warga sampai ke Mas Pram. Artinya, ada petugas-petugas yang tidak gesit dalam menindaklanjuti keluhan-keluhan dari masyarakat, sehingga orang-orang menjadi resah dan menyampaikannya kepada Mas Pram secara langsung," katanya.
Menurut William, seharusnya hal ini tidak terjadi dan masalah-masalah yang disampaikan lewat JAKI bisa selesai di tingkat kelurahan bersama sudin-sudin terkait.
Baca juga:
"Sebaiknya, masalah ini tidak hanya berhenti menjadi atensi Mas Pram saja, tetapi Pemprov DKI juga mengambil langkah-langkah nyata dalam menertibkan petugas-petugas yang berwenang agar aduan-aduan warga itu ditangani dengan baik," lanjutnya.
Apabila ada aduan warga yang tidak ditindaklanjuti secara cepat, William mendorong agar Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi petugas-petugas terkait.
"Jika ditemukan ada petugas-petugas yang lalai dalam menjalankan pekerjaannya, maka Pemprov DKI harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki kinerjanya di kemudian hari. Ke depannya, aduan-aduan warga harus segera ditindaklanjuti," ujarnya.
William mengingatkan, bahwa masalah-masalah di Jakarta masih banyak. Ia memberikan contoh, lampu penyeberangan di depan gedung DPRD DKI yang pernah mati, sehingga membahayakan keselamatan para pejalan kaki saat hendak melintasi jalanan dari satu sisi ke sisi lainnya.
Baca juga:
Pramono Anung Minta Restu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk Akses Rp 200 Triliun
"Kita perlu ingat bahwa masalah di Jakarta ini masih banyak. Semuanya perlu diatasi, mulai dari jalanan berlubang, lampu penerangan yang mati, trotoar rusak, kabel menjuntai, dan lain-lainnya. Beberapa permasalahan juga bisa membahayakan keselamatan warga," urainya.
Anggota Komisi A DPRD DKI ini tegaskan, laporan-laporan yang masuk ke JAKI harus segera ditindaklanjuti. Bahkan, ia juga menyoroti, di depan gedung DPRD DKI terkadang lampu merah penyeberangan jalanannya mati.
"Sehingga, orang-orang yang ingin menyeberang terpaksa harus berjalan tanpa ada penanda bagi kendaraan-kendaraan bermotor untuk berhenti. Hal-hal seperti itu perlu ditindaklanjuti dengan segera apabila terjadi," tutupnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Mobil SPPG Tabrak Siswa dan Guru di SDN Kalibaru Jakarta Utara, Wagub Rano: Korban Patah Kaki Segera Dioperasi
Pemprov DKI Kirim 15 Ton Pangan untuk Stabilkan Harga di Kepulauan Seribu
Pemprov DKI Jamin Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Mobil SPPG di SDN 01 Kalibaru
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Siap Jadi Kota Global, Perkuat Sinergi dan Gencarkan Inovasi
Gubernur Pramono Tanggung Biaya Pemakaman Korban Meninggal Kebakaran Gedung Terra Drone, Bentuk Kehadiran Negara dalam Situasi Darurat
Pesepeda Meninggal di Sudirman, Gubernur Pramono: Saya tak Menyalahkan Siapa Pun
Struktur Gedung Terra Drone Dinilai Langgar Aturan, Pramono: Tangganya Kecil Banget
Standar Keselamatan Diduga Tak Dipenuhi, Pemprov DKI akan Evaluasi Seluruh Gedung Setelah Insiden Kebakaran Terra Drone
Bukan Gaya, Ini Alasan Pramono Anung Tetap Berkostum Persija Saat Tinjau Kebakaran Terra Drone
Pramono Pastikan Pajak Mal Makin Murah Kalau Berani Diskon Gede-gedean di Perioder Nataru