Prabowo Bantah Takut dengan Jokowi, Minta Rakyat Hormati Mantan Presiden

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Bantah Takut dengan Jokowi, Minta Rakyat Hormati Mantan Presiden

Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: Dok. Setpres RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan kekecewaannya karena belakangan ini Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sering dijelek-jelekkan.

Hal itu diungkapkan Prabowo saat meresmikan Proyek LOTTE Chemical Indonesia New Ethylene (LINE) di Kota Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (6/11) siang WIB.

Pabrik itu memiliki nilai investasi sebesar Rp 65 triliun. Mulanya, Prabowo mengaku sudah meminta Jokowi untuk datang ke acara itu.

"Saya minta Pak Jokowi diundang, karena saya lihat kok mulai ada budaya yang tidak baik. Pemimpin dikuyo-kuyo, dicari-cari (kesalahannya). Pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa? Ini harus kita ubah ya kan? Ini harus kita ubah," ucap Prabowo dalam pidatonya.

Baca juga:

Prabowo Mau Borong 30 Rangkaian KRL, Jumlah Penumpang Diprediksi Tembus 400 Juta Orang

Prabowo pun membantah, hubungan baiknya dengan Jokowi karena ia takut dengan mantan Wali Kota Solo tersebut.

"Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan Pak Jokowi, enggak ada itu. Pak Jokowi itu ndak pernah titip apa-apa sama saya. Ya saya harus katakan yang sebenarnya kan gitu. Pak Prabowo takut sama Pak Jokowi, enggak ada itu. Untuk apa saya takut sama beliau? Aku hopeng sama beliau kok takut?"

Prabowo menegaskan, mantan pemimpin bangsa hendaknya dihormati, bukan malah dijelek-jelekkan.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menghormati Jokowi yang sudah memimpin Indonesia selama periode 2014-2024 itu.

Baca juga:

Projo Bakal Hilangkan Logo Muka Jokowi, Budi Arie Berikan Sinyal Tinggalkan Jokowi

Prabowo mengakui, Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi mencapai sejumlah prestasi membanggakan. Jadi, sudah selayaknya pendahulunya tersebut diberi rasa hormat atas jasa-jasanya.

"Sudahlah saudara-saudara, beliau memimpin 10 tahun, diakui dunia bagaimana pun. Inflasi di bawah beliau cukup bagus, pertumbuhan bagus," ujar Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya itu lantas mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk pandai menghormati jasa semua pemimpin. Sebab, pemimpin juga manusia.

"Apakah pemimpin mahaparipurna? Ya tidak. Pemimpin pasti ada kekurangan. Tapi pada esensinya mari kita punya rasa keadilan di hati kita, marilah kita menjadi manusia yang jernih, marilah kita menghormati orang tua menghormati semua yang berjasa," ujar Prabowo.

Baca juga:

Prabowo Mau Bayar Utang Whoosh Pakai Uang Sitaan Korupsi, Ekonom: Enggak Bakal Cukup!

Kepala negara lantas mengingatkan budaya dan tradisi Indonesia di semua suku, termasuk Jawa, terkait hal tersebut.

"Hal yang baik kita angkat setinggi-tingginya. Kalau ada kekurangan ya kita pendem, kita perbaiki, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat menghujat, ejek mengejek, kita harus kerja keras," kata Prabowo. (knu)

#Prabowo Subianto #Jokowi #Presiden RI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Indonesia
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo menyoroti adanya korupsi selama bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina dan sektor energi Indonesia, termasuk manipulasi harga impor minyak.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Indonesia
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Saat ini, sekitar 15 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Bagikan