PM Terpilih Jens-Frederik Nielsen Minta Eropa Lindungi Greenland dari Incaran Trump
Kawasan Greenland.(foto: pexels-mikhail-nilov)
MerahPutih.com - Perdana Menteri (PM) terpilih Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan negaranya tidak untuk dijual. PM baru itu juga meminta dukungan negara-negara Eropa untuk mengakui kedaulatan negara di tengah terpaan wacana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin menguasai Greenland
“Berdirilah bersama kami dan tegaskan bahwa Greenland tidak dan tidak akan pernah dijual. Greenland dijalankan oleh rakyat Greenland, dan itu tidak akan pernah berubah,” ujar Nielsen, dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Senin (17/3).
Pada Kamis lalu, Trump mempertanyakan kedaulatan Denmark atas Greenland. Presiden AS itu juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Denmark dan Greenland terkait keinginan AS mengakuisisi pulau terbesar di dunia itu.
Baca juga:
Menlu AS Tegaskan Keseriusan Rencana Donald Trump Beli Greenland
Namun, para pemimpin dari sejumlah partai di Greenlad, yakni Partai Demokraatit, Naleraq, Inuit Ataqatigiit, Siumut, dan Atassut dalam pernyataan bersama mengecam sikap Trump sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Sekitar 1.000 warga Greenland juga turun ke jalan di ibu kota Nuuk dalam aksi protes terhadap pernyataan Trump itu.
Untuk diketahui, Jens-Frederik Nielsen sendiri baru saja terpilih sebagai PM setelah partainya menang dalam Pemilu legislatif Greenland yang baru saja digelar. Partai oposisi tengah, Demokraatit, keluar sebagai pemenang setelah meraih 29,9% suara. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Warga Greenland Turun ke Jalan Tolak Rencana AS Ambil Pulau Tersebut
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Obsesi Donald Trump Caplok Greenland Bakal Jadi Lonceng Kematian NATO
Trump Kritik Pasukan Khusus Denmark Cupu, Gagal Lindungi Greenland dari Rusia-China
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran