Penembakan Charlie Kirk Disebut Pembunuhan Politik, hanya Ada 1 Pelaku

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 11 September 2025
Penembakan Charlie Kirk Disebut Pembunuhan Politik, hanya Ada 1 Pelaku

Politikus Partai Republik Amerika Serikat, Foto: Instagram/Charlie Kirk

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — CHARLIE Kirk memulai tur American Comeback-nya di Utah Valley University, Utah, Amerika Serikat, Kamis (11/9). Namun, tur yang direncanakan menyambangi 14 kota itu berakhir singkat. Kirk meninggal dunia setelah ditembak dalam acara tersebut.

Kirk tewas ditembak saat berbicara dalam sebuah acara di Utah Valley University, sebuah universitas negeri di Kota Orem, Utah. Kirk ditembak saat menjawab pertanyaan dari seorang peserta tentang penembakan massal. Setelah terkena tembakan, Kirk dibawa dengan kendaraan pribadi ke Timpanogos Regional Hospital. Sayangnya, ia kemudian meninggal di rumah sakit tersebut.

Komisaris Departemen Keamanan Publik Utah Beau Mason mengatakan pelaku hanya melepaskan satu tembakan. Mason menyebut itu merupakan serangan yang ditujukan pada satu orang. Departemen itu meyakini pelaku menembak dari atap sebuah gedung.

Pelaku penembakan yang menewaskan aktivis konservatif terkemuka tersebut masih buron. Polisi menyebut peristiwa itu sebagai serangan terarah di kampus sebuah perguruan tinggi di Utah. Gubernur Utah Spencer Cox, dikutip CNN, mengatakan hanya satu orang yang diyakini terlibat dalam penembakan itu. “Ini merupakan pembunuhan politik,” kata Mason.

Baca juga:

Penembakan Charlie Kirk, Polisi Gelar Perburuan Intensif terhadap Tersangka



Presiden Donald Trump menggambarkan kematian Kirk sebagai momen kelam bagi Amerika dan menyalahkan retorika dari radikal kiri sebagai pemicu kekerasan politik. “Charlie menginspirasi jutaan orang, dan malam ini semua yang mengenalnya dan mencintainya bersatu dalam keterkejutan dan kengerian,” kata Trump dalam video berdurasi empat menit dari Oval Office.

Penembakan Kirk terjadi setelah serangkaian insiden kekerasan politik di AS, termasuk pembunuhan seorang legislator Minnesota dan suaminya pada Juni, serangan pembakaran di rumah gubernur Pennsylvania pada April, serta upaya pembunuhan terhadap Trump selama pemilihan presiden pada Juli lalu.(dwi)

Baca juga:

Profil Charlie Kirk, Politisi AS yang Ditembak hingga Tewas saat Berpidato di Utah

#Charlie Kirk #Amerika Serikat #Penembakan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan