Pemprov DKI Evaluasi Keamanan Sekolah Pasca Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan sekolah di seluruh wilayah ibu kota, menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) lalu.
Sebagai langkah awal, proses belajar-mengajar di SMAN 72 sementara dialihkan secara daring (online) untuk mendukung pemulihan kondisi fisik dan psikologis para siswa.
“Keselamatan siswa dan tenaga pendidik merupakan prioritas utama kami. Kami ingin memastikan bukan hanya pemulihan fisik, tapi juga kesehatan mental anak-anak dan para guru. Untuk sementara, pembelajaran dilakukan secara daring agar proses pemulihan berjalan dengan baik,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, Senin (10/11).
Baca juga:
Rano Karno menegaskan seluruh langkah penanganan dilakukan secara transparan, cepat, dan terkoordinasi.
Pemprov DKI memastikan seluruh korban ledakan mendapatkan penanganan medis terbaik, pendampingan psikologis, serta perawatan hingga tuntas.
“Atas nama Pemprov DKI, kami mendoakan seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” kata Rano.
Ia juga mengapresiasi tenaga medis dan rumah sakit yang sigap memberikan pertolongan kepada para korban.
Seluruh biaya perawatan ditanggung penuh oleh Pemprov DKI sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan warga, khususnya para pelajar.
Selain penanganan medis, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menurunkan tim gabungan untuk melakukan asesmen dan pendampingan psikologis bagi siswa maupun tenaga pendidik terdampak.
“Untuk para siswa yang menjadi korban, tetaplah semangat. Kami akan terus mendampingi hingga proses pemulihan selesai. Kepada rumah sakit, kami tekankan agar tidak ragu memberikan pelayanan terbaik,” tutur Rano.
Baca juga:
Rano juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga berpartisipasi aktif dalam program Jaga Jakarta sebagai bentuk kewaspadaan bersama terhadap potensi risiko di lingkungan sekitar.
“Kami memahami kekhawatiran para orang tua dan keluarga korban. Mari jadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk memperkuat budaya keamanan di sekolah dan lingkungan kita. Melalui Jaga Jakarta, kami mengajak seluruh warga berperan aktif menjaga kota ini agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca
Persoalan Banjir di Jakarta Tak Kunjung Terselesaikan, DPRD: OMC Hanya Instrumen Tambahan, Bukan Jawaban
Pemprov DKI Jakarta Lakukan Pemotongan Tiang Monorel Mangkrak di Jalan HR Rasuna Said Kuningan
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca 16–22 Januari
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Senayan, Sebagian Dijadikan Videotron
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis