PBNU Sebut Insiden Al-Khoziny Sidoarjo 'Puncak Gunung Es' Masalah Infrastruktur Pesantren
Kondisi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo usai proses pengangkatan seluruh material reruntuhan dan evakuasi korban, di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025). (ANTARA/Fahmi Alfian)
Merahputih.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan bahwa insiden ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi momentum untuk perbaikan infrastruktur pesantren secara sistemis.
"Kita tahu itu baru puncak dari gunung es masalah infrastruktur, di mana pesantren harus kita perjuangkan bersama untuk perbaikan-perbaikan yang lebih lanjut nantinya," kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Jumat (10/10).
Baca juga:
Beliau menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam membangun kembali ponpes dan memberikan perhatian kepada para santri yang terdampak. Yahya berharap permasalahan infrastruktur pesantren ini dapat diselesaikan secara sistemis.
Yahya menekankan pentingnya persatuan umat dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpa bangsa, mulai dari insiden di Al Khoziny hingga bencana alam seperti gempa dan banjir. Menurutnya, tantangan besar tersebut hanya mungkin dilewati dengan persatuan yang kokoh.
"Musibah-musibah seperti yang dialami oleh Al-Khoziny ini masih ditambah ada gempa, banjir, dan lain sebagainya, ini semua tantangan-tantangan besar yang hanya mungkin kita bisa lewati kalau kita menggalang dengan persatuan yang kokoh di antara kita semua," paparnya.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengonfirmasi bahwa pemerintah terus menyalurkan bantuan rehabilitasi medis dan sosial bagi korban dan keluarga Ponpes Al Khoziny.
"Untuk rehabilitasi sosial pemerintah akan melaksanakan pendampingan serta pemenuhan kebutuhan pokok bagi korban dan keluarganya," kata Mensos saat mengunjungi para korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUP) Notopuro Sidoarjo.
Baca juga:
APBN untuk Ponpes Al Khoziny Belum Final, DPR Minta Pemerintah Mitigasi Pesantren Tua
Mensos menjelaskan, rehabilitasi medis akan diberikan kepada korban yang masih dirawat, sementara rehabilitasi sosial akan menyusul pascaperawatan. Bantuan rehabilitasi sosial ini meliputi pemulihan trauma (trauma healing) dan perlindungan jaminan kesehatan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Konflik PBNU Memanas, Gus Yahya Datang Dipanggil Para Kiai Sepuh ke Tebuireng
Pengurus PBNU Berkonflik, Jaringan Kader Muda NU Desak Segera Islah
Gus Yahya Tegaskan Dirinya Tetap Ketua Umum PBNU yang Sah Hasil Muktamar ke-34 tahun 2021
Konflik PBNU Memanas, Kubu Gus Yahya Tolak Muktamar Dipercepat
KPK Usut Dugaan Aliran Dana Mardani Maming ke PBNU Terkait Suap Izin Tambang
Gus Yahya Copot Mensos Gus Ipul dari Jabatan Sekjen PBNU
Menteri Agama Siapkan Puluhan Kampus UIN dan Pesantren di Seluruh Indonesia, Tempat Anak-Anak Palestina yang Putus Sekolah
Tolak Pemecatan, Gus Yahya Sebut Ada Yang Menginginkan NU Pecah
Ketum PBNU Gus Yahya Melawan, Tidak Terima Dilengserkan Lewat Pesan Berantai WA
PBNU Minta Kader tak Gampang Percaya soal Surat Pemecatan Ketum Gus Yahya