Panas Terik Menyengat Jabodetabek, BMKG Ungkap Penyebab Utama Kenaikan Suhu Udara
Ilustrasi. (Foto: Pexels/Tom Fisk)
MerahPutih.com - Cuaca panas terik dalam beberapa hari terakhir menjadi keluhan banyak warga di kawasan Jabodetabek. Suhu udara yang tinggi membuat aktivitas, baik di luar maupun di dalam ruangan, terasa tidak nyaman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi panas ini dipicu oleh peralihan musim atau pancaroba, bukan karena gelombang panas.
Menurut BMKG, langit yang cenderung cerah berawan dalam beberapa waktu terakhir membuat paparan sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi tanpa banyak hambatan awan, sehingga suhu udara terasa lebih tinggi dari biasanya.
Baca juga:
Sejumlah Wilayah di Indonesia Terasa Lebih Panas, BMKG Jelaskan Sebabnya
Selain itu, di wilayah selatan Indonesia, pertumbuhan awan mengalami penurunan yang memicu efek serupa — yaitu peningkatan suhu udara akibat minimnya tutupan awan.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kenaikan suhu udara saat ini masih tergolong normal, yakni berkisar antara 31 hingga 34 derajat Celsius.
“Walaupun ada kenaikan suhu udara, hal ini bukan karena gelombang panas, melainkan akibat peralihan musim yang menyebabkan dinamika atmosfer,” tulis BMKG dalam keterangannya. (Tka)
Bagikan
Tika Ayu
Berita Terkait
BMKG: Siklon Bakung Ancam Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia
Bibit Siklon Tropis 93S: Lokasi, Kecepatan Angin, dan Dampaknya di Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dikepung Siklon 97s, Badai Besar dan Hujan Ekstrem bakal Terjadi di Pulau Jawa
Mayoritas Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan pada Kamis 11 Desember 2025
DPR Desak BMKG Lakukan Pembenahan Total untuk Kirim Peringatan Dini Sampai ke Pelosok
Hujan Deras Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia, Rabu (10/12), BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem
Prakiraan Cuaca BMKG 9 Desember: Waspada Hujan Petir dan Cuaca Bervariasi di Sejumlah Wilayah Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Sumatera Utara 8-15 Desember, Simak Wilayah yang Berpeluang Diguyur Hujan dengan Intensitas Sangat Lebat
Hati-Hati! Wilayah Sumut Bakal Dilanda Cuaca Ektrem Sampai 15 Desember 2025
Prakiraan Cuaca BMKG Jakarta Senin (8/12): Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu Konsisten Berawan Sampai Sore