Ketua DPRD DKI Tetap Ketok Raperda APBD 2026, Sempat Dihujani Interupsi

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 12 November 2025
Ketua DPRD DKI Tetap Ketok Raperda APBD 2026, Sempat Dihujani Interupsi

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin. (foto: Merahputih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETUA DPRD DKI Jakarta Khoirudin tetap ketuk palu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun 2026 di tengah serbuan interupsi dari fraksi soal penolakan pengurangan subsidi pangan murah sebesar Rp 300 miliar. Sebelum raperda diketok, tiga fraksi DPRD DKI Jakarta mengajukan interupsi.

Pertama Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim. Ia mengkritik keputusan Pemerintah DKI terkait dengan pemangkasan anggaran subsidi pangan murah sebesar Rp 300 miliar yang dinilai berpotensi menambah beban masyarakat kecil. Kritik itu ia sampaikan saat melakukan interupsi dalam kegiatan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang turut dihadiri Gubernur Pramono Anung Wibowo di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).

"Saya yang pertama ingin menyampaikan keresahan dan kesedihan saya soal rencana pengurangan subsidi pangan murah kepada masyarakat Rp 300 miliar. Itu harusnya jangan dilakukan," ucap Lukman.

Menurut dia, alasan pengurangan anggaran subsidi pangan tidak masuk akal, karena rendahnya minat penerima terhadap komoditas daging dan susu UHT. Hal itu, tegas Lukmanul, tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. "Katanya tidak diminati. Ternyata itu anak buah Gubernur berbohong," cetusnya.

Baca juga:

APBD DKI 2026 Disepakati Rp 81,3 Triliun, KJP dan Bansos Aman Meski DBH Dipotong



Interupsi berikutnya datang dari anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Francine. Ia mengungkap fraksinya keberatan atas pengurangan anggaran tersebut. Francine meminta pimpinan DPRD dan Pemprov DKI mempertimbangkan ulang penurunan anggaran subsidi pangan karena masih banyak warga kurang mampu yang belum masuk sebagai penerima subsidi.

"Kami dari Fraksi PSI juga sangat keberatan apabila subsidi pangan sebesar Rp 300 miliar itu dikurangi. Dalam rapat-rapat kerja kami di Komisi B, kami menemukan fakta bahwa pangan subsidi yang seharusnya merupakan hak dari seluruh penerima manfaat atau 100 persen penerima manfaat seharusnya menerima. Ternyata selama ini kemampuan anggaran kita hanya mengalokasikan sekitar 35 persen," ucap Francine.

"Akibatnya, bila ini dipotong lagi Rp 300 miliar, akan terjadi lagi penurunan para penerima manfaat bisa jadi kurang dari 35 persen tadi," sambungnya.

Selain itu, anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Ali Lubis juga mengkritik pengurangan anggaran subsidi atau program pangan murah Rp 300 miliar. Ali bahkan meminta pengesahan RAPBD tahun anggaran 2026 ditunda. "Saat melihat dinamika paripurna hari ini dan ada beberapa fraksi yang mencoba mengkritik soal anggaran, khususnya tadi pengurangan Rp 300 miliar buat bantuan pangan, Pak Gubernur, saya pikir pengesahan raperda ini kalau bisa ditunda untuk beberapa hari mendatang. Agar diselesaikan di luar paripurna," tutur Ali.

Namun, setelah interupsi disampaikan, Ketua Khoirudin selaku pimpinan rapat paripurna tetap mengetok palu untuk mengesahkan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026. Beberapa anggota DPRD yang sebelumnya menginterupsi rapat kembali protes. Mereka menyatakan tidak setuju atas pengesahan tersebut. Salah satunya ialah Ali Lubis.

"Pimpinan interupsi, dong. Kalau misalkan (ada) interupsi, bikin voting lah, kita (sebelum mengesahkan raperda APBD). Janga langsung asal ketok palu, dong," ungkap Ali.

Palu sudah diketok, Khoirudin tetap mengesahkan Rancangan APBD tahun anggaran 2026 yang menuai protes. Rancangan APBD itu telah disahkan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk ditindaklanjuti sebelum resmi disahkan menjadi peraturan daerah.

"Rapat DPRD dan hadirin yang kami hormati, dengan telah disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD tahun anggaran 2026 menjadi peraturan daerah, itu akan diserahkan kepada Gubernur untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dengan harapan kiranya Gubernur memperhatikan saran dan harapan yang disampaikan DPRD," urai Khoirudin.

Rapat paripurna langsung dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026.

Setelahnya, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta dari tiga fraksi walk out atau keluar dari ruang rapat paripurna sebelum pimpinan DPRD DKI mengakhiri rapat. Mereka ialah semua anggota Fraksi PSI, anggota Fraksi PAN Lukmanul Hakim, Ketua Fraksi Gerindra Setyoko, dan anggota Fraksi Gerindra Ali Lubis.(Asp)

Baca juga:

APBD DKI Jakarta 2026 Dipangkas Rp 15 Triliun, Gubernur Pramono akan Kurangi Kuota Rekrutmen PJLP Tahun Depan

#DKI Jakarta #APBD DKI #DPRD DKI Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Berita Foto
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Kendaraan truk nekat menerobos banjir setinggi 50 sentimeter yang menggenangi jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jum'at (23/1/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Januari 2026
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Indonesia
Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono
Kasus kematian terkait dengan banjir ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Pemprov DKI harus bisa melindungi nyawa penduduknya.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono
Indonesia
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
Personel gabungan dari Brimob, Direktorat Lalu Lintas, dan Polair memastikan keselamatan masyarakat, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta menjamin aktivitas publik tetap berjalan.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
Indonesia
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Menegaskan kehadiran negara dalam menjaga keselamatan masyarakat serta menjamin pelayanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Indonesia
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB, ada 125 RT dan 14 ruas jalan Jakarta kebanjiran.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Pramono mengaku ia sudah mengetahui adanya niat pedagang daging sapi ini untuk mogok berjualan saat meninjau ke lapangan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Indonesia
Hujan Deras Hari ini Sebabkan Banjir di Jakarta, 15 RT dan 20 Ruas Jalanan Tergenang
Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis 22 Januari 2026 menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
 Hujan Deras Hari ini Sebabkan Banjir di Jakarta, 15 RT dan 20 Ruas Jalanan Tergenang
Indonesia
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Petugas jangan sampai berniat membantu, tetapi justru membahayakan diri sendiri karena peralatannya tidak lengkap
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Indonesia
Hujan Deras, Layanan Bus Transjakarta Alami Keterlambatan
Pelanggan diimbau untuk tetap berhati-hati dan memantau informasi terkini melalui aplikasi TJ: Transjakarta atau media sosial resmi Transjakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Hujan Deras, Layanan Bus Transjakarta Alami Keterlambatan
Indonesia
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Pemprov DKI Jakarta mencatat RTH baru 5,6 persen pada 2025. Target 30 persen pada 2045, pemerintah siapkan berbagai strategi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Bagikan