Kemkomdigi Beri Roblox Waktu Singkat untuk Berbenah,Sanksi Menunggu Jika Tidak Ada Perbaikan Menyeluruh

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 14 Agustus 2025
Kemkomdigi Beri Roblox Waktu Singkat untuk Berbenah,Sanksi Menunggu Jika Tidak Ada Perbaikan Menyeluruh

KPAI minta pemerintah blokir Roblox. Foto: Roblox

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan pertemuan dengan perwakilan perusahaan pemilik Roblox. Pertemuan ini bertujuan untuk meminta platform game online tersebut agar mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait perlindungan anak.

"Jadi tadi kita menerima Roblox yang datang langsung perwakilan dari Asia Pasifik dan juga kita tadi sudah meminta beberapa hal," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di kantornya, Kamis (14/8).

Baca juga:

Pemprov DKI Ingatkan Orang Tua Bekali Anak Ilmu dan Iman di Tengah Wacana Pemblokiran Gim Roblox

Kemkomdigi meminta dua hal utama. Pertama, Roblox diwajibkan untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia. Kedua, platform tersebut harus mematuhi regulasi perlindungan anak di ruang digital seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) dan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).

Pihak Roblox menyatakan kesediaannya untuk melaporkan operasional platform mereka kepada Kemkomdigi. Sebaliknya, Kemkomdigi akan terus memantau kepatuhan Roblox terhadap hukum yang berlaku. Pertemuan ini merupakan langkah awal, dan kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan secara berkala.

"Secara berkala kita akan panggil lagi, baru kemudian kita putuskan apakah ini perlu diblokir, atau perlu pembatasan usia yang lebih ketat, atau syukur kalau dalam waktu 1-2 bulan ini Roblox melakukan perbaikan-perbaikan yang menyeluruh untuk layanan di Indonesia," ucap Meutya.

Jika Roblox gagal melakukan perbaikan, platform tersebut berpotensi diblokir atau diberlakukan pembatasan usia yang lebih ketat.

Langkah ini diambil setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kemkomdigi untuk menginvestigasi dampak negatif yang dialami anak-anak akibat bermain Roblox.

Baca juga:

Eksperimen Seru Tabraklari: Pentas Album Keluar Tumbuh Liar di Dunia Roblox

KPAI mencatat bahwa anak-anak korban platform digital atau game online dapat mengalami dampak fisik, psikis, mental, dan sosial. Terdapat kasus di mana anak-anak menjadi korban penipuan, eksploitasi, perundungan siber (cyberbullying), hingga kekerasan yang memanfaatkan celah dalam platform tersebut.

Kelalaian pihak Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam pengoperasiannya membuat anak-anak menjadi lebih rentan.

#Roblox #Game Online #Menkomdigi #Kemenkomdigi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Meutya Hafid menegaskan batas usia anak untuk akun media sosial dalam PP Tunas. PSE wajib mematuhi aturan atau menerima sanksi dari pemerintah.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Indonesia
Menkomdigi Cari Solusi Terbaik soal Kepatuhan Penyelenggara Sistem Elektronik Asing
Menkomdigi menegaskan Cloudflare, GPT 10.28, dan sejumlah PSE lain wajib segera mendaftar sesuai regulasi untuk menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
Menkomdigi Cari Solusi Terbaik soal Kepatuhan Penyelenggara Sistem Elektronik Asing
Indonesia
Akses Internet di Aceh–Sumut–Sumbar Mulai Pulih, 413 BTS Sudah Berfungsi
Menkomdigi Meutya Hafid memastikan akses internet di Aceh, Sumut, dan Sumbar pulih hingga 95–98 persen. Sebanyak 413 BTS sudah berfungsi kembali.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
Akses Internet di Aceh–Sumut–Sumbar Mulai Pulih, 413 BTS Sudah Berfungsi
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Fun
7 Cara Tercepat Dapat Uang di The Forge Roblox, Pemula Auto Sultan!
Inilah cara tercepat mendapatkan uang di The Forge Roblox. Panduan lengkap forging, mining, quest, hingga tips beli pickaxe agar cepat kaya, penasaran?
ImanK - Jumat, 05 Desember 2025
7 Cara Tercepat Dapat Uang di The Forge Roblox, Pemula Auto Sultan!
Fun
Kode The Forge Terbaru Desember 2025: Daftar Kode Aktif dan Cara Redeem
Dapatkan kode The Forge Roblox terbaru Desember 2025, lengkap dengan daftar kode aktif, kode expired, dan cara redeem untuk mendapatkan Rerolls dan bonus gratis
ImanK - Kamis, 04 Desember 2025
Kode The Forge Terbaru Desember 2025: Daftar Kode Aktif dan Cara Redeem
Fun
Kode Rahasia The Forge Roblox: Reroll, Totem, dan Reward Gratis Terbaru
Daftar The Forge code Roblox terbaru 2025. Klaim reroll gratis, totem, dan bonus lain. Lengkap dengan cara redeem dan panduan memilih Totem terbaik.
ImanK - Sabtu, 29 November 2025
Kode Rahasia The Forge Roblox: Reroll, Totem, dan Reward Gratis Terbaru
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Indonesia
Komdigi Ultimatum 25 PSE yang Belum Registrasi di Indonesia, Ancam Sanksi hingga Pemutusan Akses
Komdigi mengirim pemberitahuan kepada 25 PSE lingkup privat yang belum melakukan pendaftaran sesuai PM Kominfo 5/2020. Siap sanksi administratif hingga pemutusan akses.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
Komdigi Ultimatum 25 PSE yang Belum Registrasi di Indonesia, Ancam Sanksi hingga Pemutusan Akses
Indonesia
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Sigit menjelaskan, temuan tersebut bermula dari aktivitas anak-anak dalam kelompok komunitas yang tumbuh dari hobi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 November 2025
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Bagikan