Ikuti Jejak AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Presiden Brazil Bolsonaro Dikecam
Presiden Brazil Jair Bolsonaro (Foto: africantimes.com)
MerahPutih.Com - Sejumlah negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) mengecam keputusan Presiden Brazil Jair Bolsonaro yang mengikuti langkah Amerika Serikat memindahkan kantor kedutaan besar negaranya ke Yerusalem.
Jair Bolsonari yang baru saja terpilih menjabat Presiden Brazil itu mengungkapkan rencana pemerintahannya memindahkan kedutaan besar (kedubes) Brazil dari Tel Aviv ke Yerusalem. Kontan saja rencana tersebut langsung diprotes anggota OIC sebagai keputusan tidak sah.
"Pernyataan tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan semua resolusi terkait PBB," kata OIC di dalam satu pernyataan pada Sabtu (3/11) waktu setempat.
Badan pan-Muslim tersebut menyeru Brazil agar mengambil posisi yang mendukung peluang untuk mewujudkan perdamaian berdasarkan penyelesaian dua-negara.
Pada Jumat (2/11), Liga Arab menyeru Bolsonaro agar membatalkan keputusannya untuk memindahkan Kedutaan Besar Brazil di Israel ke Yerusalem.
Bolsonaro pada Kamis mengumumkan keinginannya untuk memindahkan kedutaan besar Brazil dari Tel Aviv ke Yerusalem segera setelah ia secara resmi memangku jabatan presiden.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump sebagaimana dilansir Antara dari Reuters menyulut kemarahan masyarakat dunia pada Desember lalu, setelah ia mengumumkan rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai "ibu kota Israel". Trump melaksanakan ucapannya pada awal tahun ini.
Sejak itu, pemimpin Palestina di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, telah menolak peran penengahan oleh AS dalam proses perdamaian Timur Tengah, yang hampir mati.
Yerusalem tetap menjadi inti konflik Timur Tengah; Palestina berharapa Yerusalem Timur --yang diduduki oleh Israel sejak perang 1967-- akhirnya menjadi Ibu Kota Negara Palestina Merdeka, sedangkan Israel menganggap Yerusalem adalah "ibu kotanya yang utuh".(*)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Relawan Koppasandi Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019
Bagikan
Berita Terkait
Warga Asal Negara Dengan Pemerintahan Tidak Stabil Bakal Sulit Masuk AS
Lawan Rencana Agresi Militer AS ke Venezuela, Kuba: Kawasan Amerika Latin-Karibia Zona Damai
Trump Ultimatum Maduro Segera Tinggalkan Venezuela, AS Bersiap Lakukan Operasi Darat
4 Dari 14 Orang Korban Penembakan di California Utara Meninggal, Penembakan Terjadi Saat Ulang Tahun
Airlangga Sebut Indonesia Tujuan Investasi, Buktinya AS sudah Tertarik
Naik Kelas dari Moto3, Diogo Moreira Tinggalkan Motor Nomor 10 di Debut MotoGP 2026
Pembahasan Tarif Ekspor ke AS Belum Rampung, Airlangga Ingin Beberapa Komoditas Nol Persen
AS Kerahkan Kapal Induk ke Karibia, Venezuela Mobilisasi 200.000 Personel Militer
Shut Down Pemerintahan masih Lanjut, Ribuan Penerbangan di AS Dibatalkan
AS Kembali Percaya Ekspor Udang Indonesia Setelah Diterpa Isu Radioaktif Cs-137