Heboh Tanggul Beton Laut di Cilincing, Pramono Segera Panggil PT KCN

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 11 September 2025
Heboh Tanggul Beton Laut di Cilincing, Pramono Segera Panggil PT KCN

Tanggul beton di Cilincing ganggu nelayan. Foto: Instagram @arie_ngetren

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nelayan di Jakarta dikagetkan dengan keberadaan tanggul beton sepanjang dua hingga tiga km di perairan Cilincing, Jakarta Utara.

Mereka khawatir kehadiran tanggul beton itu bisa mengganggu aktivitas mencari ikan.

Diketahui, tanggul itu dibangun oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN), yakni badan usaha pelabuhan yang mengoperasikan terminal umum di Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara.

PT KCN merupakan perusahaan patungan antara PT KBN (BUMN) dengan proporsi saham 15 persen dan PT KTU (swasta) sebesar 85 persen. Lalu, sebanyak 25,85 persen PT KBN juga dimiliki Pemprov DKI.

Menanggapi masalah tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, segera memanggil PT KCN untuk membahas masalah ini.

Baca juga:

Pemprov DKI Wajib Hadir Terkait Tanggul Beton di Perairan Cilincing, Pengamat: Jangan Sampai Nelayan Dirugikan

Ia akan meminta ruang mata pencaharian nelayan tak diganggu oleh aktivitas perusahaan.

"Saya sudah minta kepada dinas terkait untuk segera mengundang perusahaan tersebut dan memberikan jaminan bahwa PT Karya Cipta Nusantara harus memberikan akses kepada para nelayan yang beraktivitas di tempat tersebut," ucap Pramono di Jakarta, Kamis (11/9).

Eks Sekjen PDI Perjuangan ini menegaskan, pihaknya tidak mengeluarkan izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) untuk kegiatan pembangunan tanggul beton tersebut.

Izin itu dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga:

Viral Tanggul Beton di Cilincing Ganggu Nelayan, Dinas SDA DKI: itu Bukan Proyek Pemerintah

"Ini merupakan kewenangan kementerian KKP yang diberikan kepada PT Karya Cipta Nusantara," ucapnya.

Hanya saja, Pramono mengklaim bahwa Pemprov DKI akan memperhatikan keberlangsungan nelayan dari aktivitas PT KCN, yang mengoperasikan terminal umum di Pelabuhan Marunda itu.

"Bagi Pemprov DKI Jakarta yang paling penting adalah para nelayan itu tidak boleh terganggu beraktivitas di tempat tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, nelayan di pesisir Jakarta mengeluhkan adanya tanggul beton yang menjuntai sepanjang dua hingga tiga km di pesisir Cilincing, Jakarta Utara.

Baca juga:

Pemprov DKI Lepas Tangan soal Tanggul Beton di Cilincing, Lempat Tanggung Jawab ke Kementerian KKP

Keberadaan tanggul itu viral media sosial saat diunggah oleh akun Instagram @arie_ngetren.

Berdasarkan narasi di video tersebut, keberadaan tanggul itu menyulitkan para nelayan untuk mencari ikan di sana.

Pasalnya, rute para nelayan menjadi lebih jauh karena harus memutar ke ujung beton tersebut guna sampai di lokasi pencarian ikan.

"Tanggul beton nih di Pesisir Cilincing, menyulitkan nelayan pesisir untuk melintas. Ini kurang lebih ada 2–3 kilometer panjangnya. Awalnya perlintasan nelayan sehingga kesulitan mencari ikan karena harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang nelayan dalam video tersebut, Rabu (10/9). (Asp)

#Tanggul Laut Raksasa #Pramono Anung #Pemprov DKI #Nelayan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Proses pembongkaran berlangsung setiap malam mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB guna menghindari kemacetan arus lalu lintas
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said
Indonesia
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Koordinasi ini bertujuan agar solusi yang diambil memberikan kenyamanan bagi semua pihak
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Indonesia
Soal Monorel Rasuna Said, Pramono: Ada Surat Kajati, Aman Secara Hukum
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel Rasuna Said tidak melanggar hukum setelah ada surat Kejati DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Soal Monorel Rasuna Said, Pramono: Ada Surat Kajati, Aman Secara Hukum
Indonesia
Penataan Rasuna Said Rp 102 Miliar, Pramono: Bongkar Monorel Tak Sampai Rp 1 M
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan biaya pembongkaran tiang monorel Rasuna Said hanya Rp 254 juta. Anggaran Rp 102 miliar untuk penataan kawasan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Penataan Rasuna Said Rp 102 Miliar, Pramono: Bongkar Monorel Tak Sampai Rp 1 M
Indonesia
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar 109 tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said yang terbengkalai selama lebih dari 21 tahun demi penataan kota.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Indonesia
Pramono Anung Minta Maaf Usai Penyandang Disabilitas Terperosok Got di Halte CSW, Manajemen Transjakarta Kena Semprot
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk memberikan perhatian lebih bagi masyarakat disabilitas
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Pramono Anung Minta Maaf Usai Penyandang Disabilitas Terperosok Got di Halte CSW, Manajemen Transjakarta Kena Semprot
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta 14 Januari: Waspada Hujan Ringan dari Pagi Hingga Siang Hari
Kondisi cuaca diprediksi akan mulai stabil dan merata pada sore hingga malam hari
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta 14 Januari: Waspada Hujan Ringan dari Pagi Hingga Siang Hari
Indonesia
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Anggaran dari Rp 100 miliar itu akan digunakan untuk penataan jalan, trotoar, dan taman, di kawasan Rasuna Said.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Indonesia
Tanpa Tutup Tol, Jalur Layang LRT Jakarta Fase 1B Kini Tersambung 100 Persen
Proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Januari 2026
Tanpa Tutup Tol, Jalur Layang LRT Jakarta Fase 1B Kini Tersambung 100 Persen
Indonesia
Legenda Barcelona dan Real Madrid Bakal Jadi Saksi Sejarah 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Dukungan Penuh
Pemprov DKI akan memberikan dukungan total, mulai dari kemudahan perizinan, koordinasi lalu lintas oleh Dinas Perhubungan, hingga bantuan sosialisasi masif
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Januari 2026
Legenda Barcelona dan Real Madrid Bakal Jadi Saksi Sejarah 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Dukungan Penuh
Bagikan