3 Fakta Menarik Film 'Pengepungan Bukit Duri', Karya Terkini dari Joko Anwar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 18 Maret 2025
3 Fakta Menarik Film 'Pengepungan Bukit Duri', Karya Terkini dari Joko Anwar

Potongan scene dalam film Pengepungan Bukit Duri. (Foto: IMDb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ada tiga fakta menarik seputar pembuatan film aksi besutan Sutradara Joko Anwar berjudul Pengepungan Bukit Duri.

Film yang direncanakan tayang pada April 2025, menjadi karya film layar lebar pertama sosok Joko Anwar di tahun ini. Euforia menyambut film ini terbilang besar, proses promosi sudah bergulir sejak akhir tahun sebelumnya.

Selain cerita filmnya menarik untuk disaksikan, dan untuk mendukung pendalaman cerita, Joko Anwar melibatkan sejumlah aktris dan aktor yang berpengalaman. Termasuk Morgan Oey, Hana Malasan, Omara Esteghlal, Endy Arfian, Fatih Unru, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Florian Rutter, seorang pelukis, Faris Fadjar.

Ada pula Sandy Pradana, Farandi, Raihan Khan, Sheila Kusnadi, Millo Taslim, Bima Azriel.

Film Pengepungan Bukit Duri menceritakan soal perjuangan seorang paman yang berprofesi sebagai guru, untuk menyelamatkan keponakannya yang hilang. Anak tersebut ternyata besar dan berada di lingkungan kejam, penuh kekerasan, kriminal dan selalu berkonflik.

Baca juga:

Pengepungan di Bukit Duri: Film Terbaru Joko Anwar yang Mengangkat Isu Kekerasan

Tiga Fakta Menarik Film Pengepungan Bukit Duri

1. Bekerjasama dengan studio legendaris luar negeri

Berdasarkan trailer berdurasi 2 menit 18 detik di YouTube, film ini merupakan film yang diproduksi Come and See Pictures bekerja sama dengan Amazon MGM Studios.

Mereka menyajikan film yang terinspirasi dari landscape ke-chaosan yang pernah ada di paruh waktu saat ketertiban sosial politik Indonesia bergejolak. Fokus di lembaga pendidikan yang semrawut sama ke lingkungan sosial yang lebih luas.

Amazon MGM Studios sendiri merupakan studio terkenal asal Amerika Serikat yang berhasil merilis film ikonik. Misalnya James Bond, Police Robo dan masih banyak lagi.

2. Viral karena bikin website sekolah

Ide kreatif Joko Anwar tampaknya memang tidak ada habisnya. Sempat jadi perbincangan di X, bahwa tim produksi Film Pengepungan Bukit Duri membuat situs resmi yang bisa dikunjungi penggemar.

Website tersebut adalah smabukitduri.school berisi profil misi, visi dan layanan yang ditawarkan sekolah.

Menurut berbagai sumber, ini merupakan bagian dari marketing. Sang sutradara mengatakan website tersebut jadi upaya edukasi dan pengenalan apa itu smabukitduri.school itu.

Baca juga:

Penuh Kejutan, Adrenalin, dan Konflik, Ini Sinopsis Film 'Pengepungan Bukit Duri' dari Joko Anwar

3. Naskah berusia 17 tahun

Joko Anwar tak mau sembarang memproduksi film secara asal-asalan dengan naskah yang tak matang.

Disampaikan naskah Pengepungan Bukit Duri telah digodok sejak lama, terhitung rampung sejak 2007 dan rilis pada tahun ini.

Dari berbagai sumber disebutkan, Joko Anwar dan produser Tia Hasibuan terus melakukan pembaruan naskah untuk memastikan bahwa ceritanya semakin dekat dengan penonton.

Menurut Joko Anwar, dirinya menunggu hingga ia merasa cukup matang secara pribadi dan profesional agar dapat menyampaikan pesan anti-kekerasan dari film Pengepungan Bukit Duri.

Joko Anwar melakukan penggarap naskah dengan penuh rasa mawas, pasalnya isu yang diangkat di film sangat sensitif. Jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat, maka pesannya tidak sampai. (Tka)

#Film #Film Indonesia #Joko Anwar
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

ShowBiz
Lukisan Pertama 'Star Wars' Terjual Rp 64,9 Miliar dalam Lelang, Catat Rekor Harga Memorabilia
Lukisan yang dibuat hampir 50 tahun lalu ini kemudian direproduksi menjadi poster film ikonis tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Desember 2025
Lukisan Pertama 'Star Wars' Terjual Rp 64,9 Miliar dalam Lelang, Catat Rekor Harga Memorabilia
ShowBiz
Vino G Bastian Refleksi Diri lewat Peran Aktor Kena Kutukan di ‘Lupa Daratan’, Mengenang Dukungan di Masa Awal Karier
Vino G Bastian mengaku Lupa Daratan membuka sebuah percakapan yang membuatnya ikut berefleksi.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Desember 2025
Vino G Bastian Refleksi Diri lewat Peran Aktor Kena Kutukan di ‘Lupa Daratan’, Mengenang Dukungan di Masa Awal Karier
ShowBiz
'Lupa Daratan' Kisahkan Aktor tak Bisa Akting Mematahkan Kutukan, Komedi Mengocok Perut Berbalut Cerita Brotherhood
Premis sederhana aktor terbaik kehilangan kemampuan akting ini kemudian berkembang menjadi jalinan cerita komedi dengan makna mendalam.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Desember 2025
'Lupa Daratan' Kisahkan Aktor tak Bisa Akting Mematahkan Kutukan, Komedi Mengocok Perut Berbalut Cerita Brotherhood
ShowBiz
Nonton Film Bioskop dari Rumah: HBO Max dan Viu Umumkan Paket Bundling di Asia Tenggara
HBO Max dan Viu meluncurkan paket bundling di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, menawarkan akses konten global dan Asia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Desember 2025
Nonton Film Bioskop dari Rumah: HBO Max dan Viu Umumkan Paket Bundling di Asia Tenggara
ShowBiz
Manga 'Look Back' Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Kore-eda Hirokazu Siap Hadirkan Fujino ke Layar Lebar di 2026
Manga 'Look Back' karya Tatsuki Fujimoto diadaptasi menjadi film live action oleh Kore-eda Hirokazu. Siap rilis pada 2026 dan kini memasuki tahap pascaproduksi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Desember 2025
Manga 'Look Back' Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Kore-eda Hirokazu Siap Hadirkan Fujino ke Layar Lebar di 2026
ShowBiz
Film ‘Ready or Not 2: Here I Come’ akan Hadir April 2026, Trailer Baru Tampilkan Teror Lebih Mencekam
Sekuel Ready or Not: Here I Come tayang April 2026. Trailer baru tampil lebih mencekam, Samara kembali terjebak dalam permainan maut Hide and Seek.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Desember 2025
Film ‘Ready or Not 2: Here I Come’ akan Hadir April 2026, Trailer Baru Tampilkan Teror Lebih Mencekam
ShowBiz
Angga Dwimas Sasongko Hadirkan ‘Ratu Malaka’, Perpaduan Aksi dan Budaya Asia Tenggara
Visinema merilis film aksi Ratu Malaka, debut di Cannes 2025. Dibintangi Claresta Taufan dengan koreografi Chan Man-Ching, tayang di bioskop 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Desember 2025
Angga Dwimas Sasongko Hadirkan ‘Ratu Malaka’, Perpaduan Aksi dan Budaya Asia Tenggara
ShowBiz
Film Thriller 'How to Make a Killing' Hadir Februari 2026, Kisah Warisan Berdarah Dimulai
How to Make a Killing, thriller adaptasi novel klasik, dibintangi Glen Powell dan Margaret Qualley. Tayang di bioskop mulai 20 Februari 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Desember 2025
Film Thriller 'How to Make a Killing' Hadir Februari 2026, Kisah Warisan Berdarah Dimulai
ShowBiz
Golden Globes 2026 Berikan Sorotan ke Karya Luar Hollywood, Film Korea ‘No Other Choice’ Dapat 2 Nominasi
'No Other Choice' dinominasikan untuk kategori Best Motion Picture – Non-English Language.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Golden Globes 2026 Berikan Sorotan ke Karya Luar Hollywood, Film Korea ‘No Other Choice’ Dapat 2 Nominasi
ShowBiz
‘One Battle After Another’, Film Baru Leonardo DiCaprio Borong Nominasi Golden Globes Award 2026
Film adaptasi Vineland ini menempatkan Leonardo DiCaprio dan Chase Infiniti dalam jajaran nominasi bergengsi Golden Globes 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
‘One Battle After Another’, Film Baru Leonardo DiCaprio Borong Nominasi Golden Globes Award 2026
Bagikan