Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita Indonesia

Yosefa Vidya Firdaus, Atlet Tuli Termuda Wakili Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championships 2026

Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - YOSEFA Vidya Firdaus merupakan atlet tuli termuda yang diutus menjadi kontingen Indonesia di pekan olahraga Internasional disabilitas, Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026 di Penang, Malaysia, 3-10 Oktober 2026.

Perempuan yang karib di sapa Efa itu merupakan atlet Tuli yang terpilih dari penyeleksian 24 atlet asuhan di bawah bendera Porturin menuju agenda tahunan olahraga disabilitas Internasional tahun ini. Efa lahir di Jakarta, 11 Juli 2009, dan kini berusia 17 tahun.
Efa akan bermain di cabang olahraga badminton bersama dengan sembilan sembilan atlet lainnya.

"Saya berusia 17 tahun. Saya atlet badminton Tuli dari Jakarta dan saat ini saya akan mengikuti Asia-Pacific Deaf Multisport Championship 2026 di Penang, Malaysia. Saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia," katanya saat ditemui di Aula Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), dalam Pelepasan Kontingen Tuli, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

Efa mengatakan membawa bendera Indonesia di ajang olahraga Deaf Multi-Sport Championships 2026 merupakan pengalaman yang sangat berarti baginya, mengingat proses seleksinya yang sangat ketat dan menghabiskan proses yang panjang.

"Saya sudah melakukan persiapan selama kurang lebih empat bulan," katanya.

Baca juga:

17 Atlet Tuli Indonesia Siap Berlaga di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship 2026


Efa mengatakan, agar bisa menampilkan performa yang terbaik di atas gelanggang, dia melewati berbagai pelatihan yang intensif. Mulai dari basic hingga teknis lainnya.

"Latihannya cukup intensif, meliputi teknik, fisik, footwork, dan latihan pertandingan. Saya juga menjaga kondisi dan mental agar siap bertanding," katanya.

Walaupun jadi yang paling termuda di Kontingen Tuli Indonesia, dia mengaku tidak akan menyerah dan selalu semangat. Terlebih mempersembahkan kemenangan untuk Tanah Air Indonesia.

"Kita semua bisa memberikan hasil yang terbaik, membawa mendali emas, dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di podium tertinggi di Penang," katanya.



Didukung Penuh Keluarga Besar


Suasana pelepasan Kontingen Tuli Indonesia berlansung khidmad. Prosesi simbolis penciuman Bendera Merah Putih sampai berdoa bersama berlangsung lancar. Di antara barisan kursi tamu, terlihat dua orang lansia yang merupakan kakek dan nenek Efa hadir memberikan dukungan untuk cucunya.

"Saya bangga sekali dengan cucu saya Efa. Dia anaknya penuh semangat melakukan ini," kata nenek Efa, Woen Jien Kiauw.

Dia mengatakan seluruh keluarga besar sangat bangga kepada Efa. Sambil menunjukkan isi grup Whatsapp keluarganya, Woen Jien memperlihatkan pesan panjang berupa ucapan semangat dan selamat anggota keluarga lainnya mendukung langkah Efa untuk Indonesia.

"Kita keluarga besar mendukung sekuat tenaga," katanya.

Sementara itu, kakek Efa, Alianto Sailah juga tak bisa menutupi rasa bangganya. Dia sangat mengapresiasi dedikasi sang cucu meraih cita-citanya sebagai atlet.

"Sejak kecil dia suka main badminton. Dulu saya pernah buatkan raketnya dari kayu," kata sang kakek mengenang.

Kedua lansia itu mengenang waktu, selama belasan tahun berlalu dedikasi cucunya berbuah manis, bisa melenggang ke pentas olahraga Internasional mewakili negara Indonesia.

"Efa memang suka badmin dari umur 3-4 tahun. setelah dilihat mamanya, terus diseriusin dan latihan terus-menerus sampai sekarang," kata Woen Jien.



Porturin Target Bawa 4 Emas untuk Indonesia



Dalam berita acara pelepasan Kontingen Tuli Indonesia, disebutkan bahwa ada total 17 atlet yang diterbangkan ke Malaysia untuk bertanding. 17 atlet ini melewati berbagai penilaian kelayakan yang dilakukan.

Sebanyak 17 atlet tersebut mengikuti empat cabang olahraga, yakni badminton, atletik, catur, dan bowling. Dari komposisi ini, ada yang menarik karena bowling dan catur menjadi cabor perdana yang diikuti atlet Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships.

"Kami enggak bisa pastikan kita akan di peringkat berapa nantinya setelah Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 Malaysia, tapi kami yakin bisa membawa pulang empat emas untuk Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Porturin, Laura Lesmana Wijaya. (Tka)


Baca juga:

Porturin Targetkan Bawa Pulang Empat Emas untuk Indonesia di Asia Pacific Deaf Multi Sport Championship

Baca Artikel Asli