Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai

Yusuf Abdillah - 44 menit lalu

Merahputih.com - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), pada Sabtu (17/10).

Meski demikian, sisa asap masih terdeteksi di Pesisir Barat Banten pada ketinggian 10.000 hingga 18.000 kaki.

Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Jumat (16/10), asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat. Namun, kondisi tersebut berlangsung singkat dan tidak berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan.

Baca juga:

Malaysia Tempuh Jalur Diplomasi untuk Solusi Kabut Asap di Tingkat Regional

Pemantauan pada Sabtu pagi hingga siang menunjukkan sebaran asap berangsur menjauh. Pergerakan angin turut memengaruhi perubahan pola sebaran tersebut.

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing.

Kualitas Udara Jakarta Masih Bervariasi

Meski sebaran asap mulai menjauhi Jabodetabek, data kualitas udara di sejumlah titik Jakarta masih menunjukkan kondisi yang beragam.

Pengukuran di Kemayoran mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 berkisar 46,7 hingga 109,7 mikrogram per meter kubik. Rentang tersebut menunjukkan kondisi yang bervariasi, dari sedang hingga tidak sehat, bergantung pada waktu pengukuran.

Sementara itu, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup juga memperlihatkan perbedaan kualitas udara antarlokasi.

Baca juga:

Derita Ganda Warga Kalimantan: Terpapar Asap Karhutla, Listrik Padam dan Kesulitan Air Bersih

Marunda mencatat nilai ISPU 49 atau kategori baik, sedangkan Tanah Abang berada pada angka 60 atau kategori sedang. Adapun Kelapa Gading mencatat 103, Menteng 116, dan Kebun Jeruk 120. Ketiga lokasi tersebut masuk kategori tidak sehat.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kondisi udara dapat berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain. Karena itu, masyarakat disarankan memantau data kualitas udara terbaru sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Baca Artikel Asli