Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Turunkan Intensitas Hujan, Penyemaian Garam Selama 5 Hari Dilakukan di Langit Jateng

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Maret 2024

MerahPutih.com - Banjir melanda Jawa Tengah dalam beberapa hari ini. Sampai tanggal 17/3 tercatat 4.700 orang yang tersebar di 202 desa, 47 kecamatan di delapan kabupaten harus mengungsi.

Sebanyak delapan daerah terdampak banjir tersebut antara lain Kabupaten Pekalongan, Kendal, Kudus, Demak, Semarang, Pati, Jepara, dan Grobogan.

Baca juga:

BMKG Perkirakan 12 Wilayah Ini Bakal Diguyur Hujan Lebat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi modifikasi cuaca selama lima hari ke depan atau Sabtu-Rabu (20/3) untuk mengurangi intensitas hujan sebagai pemicu banjir yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, wilayah sasaran operasi modifikasi cuaca atau TMC itu meliputi kawasan Pantura Bagian Tengah termasuk Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

"Operasi modifikasi cuaca yang sudah di mulai hari ini dilakukan dengan cara penyemaian garam (Natrium Clorida/NaCl) menggunakan pesawat ke gumpalan awan di langit wilayah sasaran," kata dia.

Pada operasi hari pertama ini telah dilakukan sebanyak tiga kali sortie menghabiskan tiga ton NaCl menggunakan penerbangan pesawat jenis Cesna Grand Carravan berlogo BNPB dengan nomor lambung PK-SNG dari Lanud Ahmad Yani Semarang.

Adapun sortie pertama dan kedua, pesawat yang dipiloti oleh Kapten Eggy itu mengudara dan menyemaikan bahan NaCl di atas langit perairan utara Jawa Tengah pada ketinggian jelajah 8.000 - 12.000 kaki.

Kemudian sortie ketiga, pesawat melakukan penyemaian di atas langit Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian jelajah 8.000-12.000 kaki.

Hal demikian dilakukan dengan harapan bisa mengurangi intensitas hujan dan mempercepat penanganan banjir yang telah melanda kawasan pantura bagian selaran termasuk Grobogan, sejak Rabu (13/3).

Operasi modifikasi cuaca tersebut diselenggarakan berkat dukungan kerjasama antara BNPB dengan BMKG, BRIN, TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan unsur terkait lainnya.

Semua upaya ini dilakukan tidak lepas dari laporan hasil analisa Stasiun Meteorologi Kelas II BMKG Ahmad Yani Semarang yang menyebutkan kondisi cuaca seperti hujan dengan intensitas sedang - lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Grobogan dan sekitarnya.

"Bahkan, memperingatkan cuaca ekstrem juga masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah hingga Senin (18/3)," katanya. (*)

Baca juga:

BNPB Sebut Beberapa Daerah Indonesia Hadapi Anomali Bencana Alam

Baca Artikel Asli