MerahPutih.com - Pertandingan final perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, berlangsung sangat sengit hingga berakhir imbang 0-0 pada babak pertama, Senin (5/10/2026) malam.
Memasuki waktu turun minum, papan skor di stadion masih menunjukkan angka kacamata lantaran kedua tim bermain dengan intensitas dan tensi pertandingan yang sangat tinggi.
Berbagi Katu Kuning di Babak Pertama
Wasit asal Uzbekistan, Ahrol Risqullaev, bahkan terpaksa mengeluarkan masing-masing satu kartu kuning untuk meredam emosi dan gesekan antarpemain di atas lapangan hijau.
Justin Hubner menerima kartu kuning pada menit ke-23 usai menobrak Teerasak Poeiphimai, sementara Supachai Chaided diganjar kartu kuning pada menit ke-40 akibat melanggar Kevin Diks
Baca juga:
3 Opsi Gratis Tonton Siaran Langsung Final Indonesia Vs Thailand, Klik di Sini!
Bola Dikuasai Indonesia, Ancaman Peluang Emas Verdonk
Anak asuh pelatih John Herdman langsung mengambil inisiatif menekan sejak peluit kick-off ditiupkan dan berhasil melepaskan dua tembakan mengarah tepat ke gawang (shots on target).
Berdasarkan data statistik SofaScore, Skuad Garuda mendominasi penguasaan bola lebih dari 60 persen serta mengurung area pertahanan Thailand sepanjang 45 menit pertama.
Pertahanan rapat Indonesia membuat Thailand tampil sangat tertekan hingga tak berkutik mencatatkan satu pun tembakan dalam sepuluh menit awal laga.
Peluang emas terbaik Indonesia didapatkan Calvin Verdonk melalui eksekusi tembakan keras dari luar kotak penalti yang melenceng sangat tipis di sisi kiri gawang Thailand.
Baca juga:
Adu Taktik di Final ASEAN Cup, Formasi 3-4-3 John Herdman Bombardir 4-2-3-1 Thailand!
Pergerakan Cair Lini Depan Belum Berbuah Gol
Alur pergerakan antar lini Skuad Garuda tampil sangat fleksibel dan cair melalui kombinasi kerja sama Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, hingga Luke Vickery.
Kendati demikian, masalah efektivitas penyelesaian akhir di dalam kotak penalti membuat sejumlah skema peluang emas yang didapatkan gagal dikonversi menjadi gol pembuka.
Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum, dan pelatih John Herdman diprediksi bakal melakukan penyesuaian taktis pada babak kedua guna memecah kebuntuan.