MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta terus berkomitmen untuk memperluas layanan transportasi umum.
Terlebih lagi, meningkatnya penggunaan transportasi publik dan berkembangnya Blok M sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif.
Baca juga:
Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Pertimbangkan Buka Rute Baru
Pramono Pertimbangkan Perluas Rute Transjabodetabek Blok M-Bandung
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mempertimbangkan untuk memperluas layanan Transjabodetabek dari Blok M hingga Bandung.
Pramono menyebut Blok M sebagai salah satu contoh kawasan yang berhasil memadukan transportasi publik, usaha lokal, kuliner, dan hiburan.
Popularitas kawasan tersebut terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda yang menjadikannya tempat berkumpul sekaligus beraktivitas.
Saking populernya, masyarakat kerap menjulukinya sebagai ‘Negara Blok M’. Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja: dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung. Tenang saja, semuanya terhubung melalui Transjabodetabek.
kata Pramono, Jumat (23/10)
Meski demikian, Pramono belum menyampaikan kepastian mengenai pembukaan rute Transjabodetabek hingga Bandung, termasuk jadwal maupun skema operasionalnya.
Pernyataan tersebut masih berupa peluang pengembangan konektivitas transportasi lintas wilayah.
Baca juga:
Ada 12.000 Lowongan Kerja di Jakarta, Pramono Minta Disabilitas Dapat Kesempatan Sama
Menurutnya, perkembangan Blok M tidak terlepas dari kemudahan akses melalui jaringan MRT Jakarta dan Transjakarta.
Konektivitas tersebut turut mendukung pertumbuhan usaha kuliner, pertunjukan musik, serta berbagai kegiatan bisnis lokal.
"Ini adalah bukti nyata bagaimana transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling menguatkan," ucapnya.
Jumlah Penumpang Transjabodetabek Makin Melonjak
Pramono mengungkapkan, jumlah pengguna transportasi publik di DKI Jakarta meningkat 10,8 persen hingga September 2026. Ia mengaitkan kenaikan tersebut dengan peningkatan kualitas layanan dan pengembangan jaringan Transjabodetabek.
Salah satu contoh yang disorot adalah rute Transjabodetabek Blok M-Bogor. Menurut Pramono, layanan tersebut semula ditargetkan melayani sekitar 2.000 penumpang, tetapi jumlah pengguna rata-ratanya kini mendekati 10.000 orang.
Peningkatan jumlah penumpang itu menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan konektivitas ke wilayah lain.
Baca juga:
Penumpang Transportasi Publik Jakarta Tembus 368,4 Juta, Naik 10,8 Persen
Pemprov DKI Jakarta juga menaruh perhatian pada perluasan jangkauan angkutan umum agar semakin banyak masyarakat dapat mengandalkannya untuk mobilitas sehari-hari.
Pramono berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik terus meningkat. Ia menilai, kualitas layanan dan konektivitas antarkawasan perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin terdorong beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. (Asp)