MerahPutih.com - Timnas Bangladesh menghadapi kenyataan pahit jelang FIFA ASEAN Cup 2026, 25 September sampai 6 Oktober. Mereka diganggu masalah cedera sejumlah pemain penting di tengah persiapan intensif untuk bersaing dengan tim-tim seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura akan menjadi lawan di Grup A Divisi I atau Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026, yang digelar di Jakarta dan Bandung.
Untuk FIFA ASEAN Cup edisi pertama, Timnas Bangladesh memulai persiapan sejak 28 Agustus. Setelah 10 hari menjalani persiapan, Timnas Bangladesh akhirnya bertemu media, sementara sesi latihan mereka harus dibatalkan akibat hujan deras.
Bangladesh Dibayangi Cedera Pemain Penting
Pelatih Thomas Dooley mengakui Bangladesh menghadapi tantangan berat di FIFA ASEAN Cup. Meski demikian, ia tetap percaya diri bisa memaksimalkan kemampuan tim.
Baca juga:
Kami realistis. Kami akan bermain melawan tim-tim kuat di ASEAN Cup. Saya akan berusaha mengeluarkan yang terbaik dari tim,
ujar Thomas Dooley dikutip dari Ekhon.

Timnas Bangladesh mulai memanaskan mesin jelang tampil di Divisi I atau Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. (Facebook/BFF)
Persoalan semakin rumit karena beberapa pemain penting masih mengalami cedera. Sohel Rana, Tapu Junior, dan kapten Jamal Bhuiyan masuk dalam daftar pemain yang kondisinya menjadi perhatian tim.
Dooley menegaskan tim tidak ingin mengambil risiko terhadap kondisi Jamal. Bangladesh berencana menggelar laga uji coba dalam beberapa hari ke depan untuk mengukur kesiapan skuad.
Sohel mengalami cedera. Tapu Junior juga sedikit cedera. Jamal juga mengalami cedera dan tim manajemen tidak ingin mengambil risiko dengannya. Kami mungkin memainkan satu pertandingan persahabatan dalam 2-3 hari dan satu lagi pekan depan,
kata Dooley.
Kejar Kebugaran dan Bongkar Kelemahan Lawan
Di tengah persoalan tersebut, Bangladesh terus menggenjot persiapan. Para pemain menjalani latihan dua kali sehari untuk mengembalikan kebugaran dalam waktu singkat.
Gelandang Bangladesh, Sohel Rana, mengakui program tersebut cukup menguras tenaga. Namun, ia menilai latihan intensif diperlukan agar tim siap menghadapi tuntutan pertandingan internasional.
Kami berlatih dua kali sehari dan itu melelahkan. Kami bekerja untuk mengembalikan kebugaran dalam waktu singkat. Kami juga fokus pada kebugaran yang dibutuhkan untuk bermain di level internasional,
ujar Sohel Rana.
Baca juga:
Latihan pagi difokuskan pada persiapan internal, sementara sesi sore digunakan untuk mengasah aspek teknis. Bangladesh juga menggelar sesi video untuk mempelajari kelemahan calon lawan.
Sohel menegaskan Bangladesh tidak menganggap FIFA ASEAN Cup sebagai ajang biasa. Mereka siap menjadikannya tantangan besar dan berusaha memanfaatkan celah dari setiap lawan.
Kami menganggap ASEAN Cup sebagai tantangan. Kami tahu seperti apa tim-tim tersebut. Kami bekerja pada kelemahan mereka melalui sesi video,
tutur Sohel. (*)