Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Thomas Dooley Yakin Timnas Indonesia dalam Tekanan Hadapi Bangladesh, Lihat Peluang Vs Singapura dan Malaysia

Frengky Aruan - Rabu, 16 September 2026

MerahPutih.com - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley memperkirakan skuad Indonesia akan berada di dalam tekanan psikologis saat menghadapi timnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hal ini disampaikan ketika bicara soal persaingan di babak grup.

Timnas Bangladesh akan membuka kiprah lebih dahulu di Grup A Divisi I atau Premier Division dengan menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 15 September sore WIB.

Singapura kemudian menjadi lawan di partai kedua pada 28 September di tempat yang sama. Itu sebelum menghadapi tuan rumah Indonesia pada 1 Oktober.

Baca juga:

Sassuolo Ungkap Cedera Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, melihat tim sebagai non-unggulan. Apalagi jika berkaca pada ranking FIFA.

Bangladesh saat ini berada di peringkat 181. Jauh di bawah Indonesia yang saat ini di peringkat 118, Malaysia 136, dan Singapura 148.

Anda harus mengerti - kami adalah tim yang tidak diunggulkan di sini. Tim lawan jauh lebih unggul dari kami dalam peringkat. Jadi untuk melawan mereka, setiap keputusan kecil di lapangan harus sempurna,

jelas Thomas Dooley dikutip dari TSports.

Dooley Sebut Indonesia Bisa Tertekan

Dooley masih mengingat kekalahan Bangladesh dari Singapura. Pada Maret tahun ini, Bangladesh takluk 0-1 dalam Kualifikasi Piala Asia, setelah sebelumnya juga kalah 1-2 pada tahun lalu.

Eks pelatih Timnas Filipina itu yakin Bangladesh punya peluang untuk menang.

Baca juga:

Timnas Vietnam Berpotensi Tampil Pincang, Sejumlah Andalan Termasuk Nguyen Xuan Son Meragukan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

“Terakhir kali kami hampir meraih kemenangan, tetapi akhirnya kalah. Meski mereka unggul dalam peringkat, kami bisa mengalahkan mereka pada hari yang baik.”

Soal Malaysia, Dooley mengakui lawannya merupakan tim kuat. Namun, ia percaya peluang tetap terbuka jika Bangladesh mampu tampil maksimal dan memanfaatkan kesalahan lawan.

"Mereka adalah lawan yang tangguh. Secara umum mereka sulit dikalahkan, tetapi apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Jika kita memberikan yang terbaik dan mereka melakukan kesalahan, kita akan memiliki peluang," kata Dooley

Perhatian terbesar tertuju pada laga terakhir melawan Indonesia. Dooley menilai skuad Garuda justru akan menghadapi tekanan psikologis karena berstatus tim dengan peringkat lebih tinggi.

Saat bermain melawan kami, Indonesia akan berada di bawah tekanan psikologis. Mereka tidak ingin kalah dari tim yang berada di bawah mereka dalam peringkat, sama seperti kami tidak ingin kalah dari Bhutan,

jelas Thomas Dooley.

Lini Depan Bangladesh Jadi Sorotan

FIFA ASEAN Cup juga dijadikan Dooley sebagai ajang persiapan menuju SAFF Championship yang berlangsung di kandang Bangladesh pada November. Ia menegaskan hasil di ASEAN Cup bukan target utama.

Menurutnya, pengalaman dan evaluasi dari kesalahan justru lebih penting untuk menghadapi SAFF Championship.

Kami tidak boleh berpikir secara khayalan bahwa kami akan menjadi juara atau finis di tiga besar. Tujuan utama kami adalah mendapatkan pengalaman.

Baca juga:

Bergson Da Silva Sah Bela Timnas Malaysia, Trisula Maut Siap Ancam Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Di sisi lain, Dooley mengaku masih memiliki kekhawatiran terhadap lini serang Bangladesh. Ia menyebut timnya tidak memiliki striker murni atau pemain dengan karakter nomor sembilan.

“Kami tidak memiliki 'nomor sembilan' tradisional atau striker. Setiap klub di liga domestik memainkan penyerang asing, sehingga tidak ada striker lokal yang berkembang.”

Saat ini Bangladesh masih menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan ASEAN Cup. Mereka dijadwalkan meninggalkan negara untuk bertolak ke Indonesia pada 19 September.

Baca Artikel Asli